,

Komisi VIII DPR-RI RDP dengan Indofood Terkait RUU CSR

JAKARTA – Untuk mematangkan Rancangan Undang-undang (RUU)tentang Corporate Social Responsibility (CSR), Komisi VIII DPR-RI melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan berbagai perusahaan nasional.

Anggota Komisi VIII, H Firmandez menjelaskan, pihaknya telah melakukan RDP dengan berbagai perusahaan besar skala nasional untuk mendapatkan masukan terkait RUU CSR. Seperti pada Selasa, 19 April 2016, RDP dilakukan dengan manajeman PT Indofood yang dipimpin langsung oleh Direktur PT Indofood, Fransiscus Welirang.

“CSR ini kalau di BUMN dikenal sebagai Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL). RUU yang kita bahas ini nanti akan jadi payung hukum bagi penggunaan dana CRS di perusahaan-perusahaan. Jadi aturan mainnya tentang CSR diperjelas,” ungkap Firmandez.

Anggota DPR-RI asal Aceh ini menambahkan, pembahasan RUU CSR kini sudah masuk pada tahap RDP untuk mendapatkan tentang peran dan fungsi, serta kewajiban bagi perusahaan untuk melakukan kegiatan tanggung jawab sosial.

Politisi Golkar ini melanjutkan, masukan dari perusahaan-perusahaan besar skala nasional sangat perlu untuk mematangkan RUU ini menjadi undang-undang yang baik dengan klasifikasi, aturan dan kewajiban perusahaan menerapkan tugas dan tanggung jawab sosialnya, maupun sanksi terhadap perusahaan yang tidak melaksanakannya. “Tentunya dengan tetap mengindahkan fungsi zakat, pajak dan aturan-aturan hukum yang berlaku,” jelas Firmandez.

Firmandez melanjutkan, dengan adanya UU CSR nantinya penggunaannya dana CSR oleh perusahaan bisa lebih transparan. “Selama ini kan perusahaan dan BUMN menyalurkan CSR berdasarkan kesukarelaan mereka saja. Nantinya dengan undang-undang ini akan jelas berapa persentasenya dan kemana saja dana CSR bisa digunakan. Kita berharap RUU ini akan segera disahkan menjadi undang-undang,” pungkas Firmandez. [Isn]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *