,

Komandan Al Asyi Sayangkan Kelalaian Pada Pengecatan Makam Raja-Raja Aceh

BANDA ACEH – Komando Aneuk Muda Alam Peudeung (Komandan) Al Asyi menyayangkan keteledoran pengecatan komplek Kandang XII di seputaran Komplek Kraton dekat Pendopo Eks Istana Kesultanan Aceh. Pasalnya, cat tumpah ke makam para raja dalam komplek tersebut, salah satunya makam Sultan Ali Riayatsyah.

Pangulee Komandan Al Asy Tuanku Warul Waliddin menjelaskan, pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat yang peduli terhadap perlindungan situs sejarah peradaban Aceh, bahwa telah terjadi sebuah tindakan patut disesali akibat kelalaian yang dilakukan oleh para pihak instansi pemerintah yang mengecat ulang Komplek Makam Kandang XII.

Tuanku Warul Waliddin didampingi oleh para penggurus Tuanku Muhammad dan Teuku Bahagia langsung meluncur kelokasi makam. Di sana diketahui tupahan cat ke makam raja-raja tersebut akibat dari kelalaian BPCB yang sedang merenovasi areal komplek Makam Kandang XII tersebut.

“Kami sangat menyesalkan kejadian ini, Apabila pihak yang mengelola menjalankan SOP dengan ketat proses renovasi makam semacam ini maka hal ini tidak akan terjadi, jangan memaksakan diri mengelolanya lagi, carikan saja lembaga lain yang lebih berkompeten didalam merawat dan menjaga situs makam ini, sangat kami sesali makam seorang Sultan Aceh Sekaliber Sultan Ali Riayatsyah tertumpah ceceran cat akibat prosedur pelaksanaan tidak diawasi dengan ketat dilapangan, ini sebuah kelalaian yang berakibat fatal” tegas Tuanku Warul Waliddin.

Masih menurut Tuanku Warul, seharusnya para pihak yang mengelola situs tidak mengabaikan hal-hal yang bersifat tekhnis semacam ini, bila dilakukan pekerjaan dengan profesional yaitu diawali dengan menutup terlebih dahulu nisan-nisan berukuran besar tersebut dengan terpal khusus disertai dengan pengawasan yang ketat, maka kejadian seperti ini tidak akan terjadi.

Di komplek tersebut dimakamlan jasad para sultan-sultan terkenal dari Kerajaan Aceh Darussalam salah satunya Sultan Salahauddin Syamsusyah Meukuta Alam yang merupakan Ayahanda daripada Sultan Asli Mughayatsyah Sultan yang Pertama menyatukan Aceh Darussalam dalam satu emperium besar.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *