,

Komandan Al Asyi Kutuk Penembakan Al Najjar

BANDA ACEH – Komando Aneuek Muda Alam Peudeng (Komandan) Al Asyi mengutuk penembakan seorang perawat medis Palestina, Razan Al Najjar oleh tentara Israel yang konon pelakunya adalah seorang tentara wanita asal Amerika pada Jumat, 1 Juni 2018.

Pang Ulee Komandan Al Asy, Tuwanku Warul Waliddin meminta para pemimpin dunia yang tergabung dalam Perhimpunan Bangsa-bangsa (PBB) harus segera mengambil sikap tegas terhadap pelaku penembakan. “Kami mengutuk keras pelaku penembakan yang tidak paham hukum dalam dunia peperangan” tegas Tuanku Warul.

Tuwanku Warul menjelaskan dalam penjelasan halaman 7 buku “Ringkasan Konvensi-Konvensi Jenewa Tertanggal 12 Agustus 1949 Serta Protokol-Protokol Tambahannya” yang diterbitkan oleh Komite Internasional Palang Merah, demi kepentingan orang-orang yang cedera, sakit dan korban kapal karam, setiap kesatuan medis, baik militer maupun sipil, yang berada di bawah kekuasaan pihak yang berwenang harus dilindungi.

Lebih lanjut, pengaturan mengenai perlindungan terhadap petugas kesehatan dalam medan perang dapat ditemui dalam pasal-pasal Konvensi Jenewa dan Protokol tambahannya. Misalnya, sebagaimana diatur dalam Pasal 11, Pasal 24-27, Pasal 36, dan Pasal 37 Konvensi Jenewa maka petugas kesehatan harus dihormati dan dilindungi dalam segala keadaan.

Di sana dijelaskan, seseorang yang ditugaskan, baik permanen maupun sementara, semata-mata untuk pekerjaan medis, mencari, mengumpulkan, mengangkut, membuat diagnosa dan merawat orang yang cedera, sakit, korban kapal karam dan untuk mencegah penyakit). Mereka itu adalah dokter, perawat, jururawat, pembawa usungan.

Pada poin selanjutnya dijelaskan, seseorang yang ditugaskan, baik permanen maupun sementara, semata-mata untuk mengelola atau menyelenggarakan kesatuan medis atau pengangkutan medis. Mereka itu adalah administrator, pengemudi, juru masak dan lain-lain.

“Atas dasar itu, kami meminta pemerintah Indonesia dan dunia menuntut keras pelaku penembakan dan wajib dihukum dalam pengadilan international karena telah melakukan pelanggaran hukum perang international tersebut” jelas Tuwanku Warul.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *