,

Klarifikasi H Firmandez Terkait Berita OTT KPK

BANDA ACEH – Terkait dengan berita di media online dan cetak, tentang Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Aceh terhadap Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Bupati Bener Meriah Ahmadi. Ada kesimpang-siuran berita, yang kami rasa perlu kami luruskan.

Dalam beberapa berita di media disebutkan OTT KPK tersebut juga melibatkan seorang anggota DPR RI berinisial F yang ditangkap di Sulthan Hotel. Kami merasa berita tersebut telah merugikan kami. Karena saat operasi OTT KPK itu terjadi saya sedang berada di Bener Meriah bukan di Sulthan Hotel.

Keberadaan saya di Bener Meriah dalam rangka menghadiri seminar sejarah Radio Rimba Raya bersama Direktur Utama (Dirut) Radio Republik Indonesia (RRI), Muhammad Rohanudin dan beberapa pejabat RRI. Dalam rombongan itu ikut juga Dewan Pengawas (Dewas) RRI. Kami bertemu di Bandara Rembele.

Dalam kunjungan tersebut, kami memang sempat bertemu dengan Bupati Bener Meriah, Ahmadi dan dijamu makan siang di Pendopo. Kami membicarakan tentang rencana pendirian RRI yang ke-98 di Kecamatan Rimba Raya, sebagi wujud mengenang dan merevitalisasi kembali sejarah perjuangan radio Rimba Raya pada masa perjuangan.

Pihak RRI menyetujui hal tersebut, dan juga akan membangun museum radio Rimba Raya. Dan rencananya, tugu Radio Rimba Raya di Bener Meriah akan diperjuangkan menjadi salah satu monumen perjuangan nasional. Usai seminar saya dan Ahmadi berpisah.

Saya pulang ke rumah orang tua saya untuk istirahat, dan selepas magrib saya berangkat ke Banda Aceh. Saya baru tahu adanya penangkapan oleh KPK itu ketika sedang dalam perjalanan ke Banda Aceh, yakni saat melintasi daerah Kabupaten Pidie Jaya. Dan saya baru tiba di Banda Aceh sekitar pukul 04.00 WIB dini hari.

Jadi, saya tegaskan kembali, saya tidak tahu menahu tentang penangkapan itu. “F” itu bisa siapa saja, jangan dikait-kaitkan dengan saya. Apa lagi disebut-sebut “F” ditangkap di Hotel Sulthan. Sekali lagi saya pastikan itu bukan saya. Jadi, jangan dikait-kaitkan lagi, karena sangat merugikan nama baik saya.

Semoga dengan klarifikasi ini, rekan-rekan media bisa meluruskan berita sebelumnya yang telah simpang siur, yang telah menyeret nama kami dengan inisial “F” dalam pemberitaan tersebut.

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *