Klaim Raih Kursi Kelima, PKPI Akan Tolak Pleno PPK

0
773

TAPAKTUAN – Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Kabupaten Aceh Selatan mengklaim calegnya berhasil merebut kursi ke 5 di dapil 3 Tapaktuan-Samadua karena dinilai sarat kecurangan.

“Berdasarkan C1 yang telah kami himpun, kursi ke 5 di dapil 3 Tapaktuan-Samadua menjadi milik PKPI,” kata Ketua Bappilu DPK PKPI Aceh Selatan, Adi Irwan, di Tapaktuan, Sabtu, 20 April 2019.

Adi menjelaskan, berdasarkan rekapitulasi penghitungan suara sementara yang dilakukan internal PKPI Aceh Selatan, kursi pertama di dapil 3 Tapaktuan-Samadua diraih oleh PNA dengan total 3.556 suara.

Kursi kedua diraih PPP dengan total 3.056 suara. Kursi ketiga diraih Golkar dengan total 2.612 suara. Kursi keempat diraih Gerindra dengan total 1.818 suara. Kursi kelima diraih PKPI dengan total 1.539 suara.

Adi Irwan menagaskan pihaknya menolak keras rekapitulasi penghitungan cepat (quick count) yang dibuat oknum caleg tertentu dan telah menyebar luas di media sosial sejak beberapa hari terakhir.

Menurutnya, rekapitulasi itu diduga sengaja dibuat lalu disebarkan ke media sosial oleh pihak-pihak tertentu untuk menggiring opini publik sehingga makin leluasa pihak tertentu bermain mengobok-obok proses rekapitulasi penghitungan suara para caleg dimasing-masing TPS khususnya partai politik yang sedang memperebutkan kursi ke lima di dapil 3 Tapaktuan-Samadua. “Kami menyesalkan cara-cara kontra yang dilancarkan oknum tertentu menggiring opini publik,” tegas Adi.

Dalam kesempatan itu, Adi Irwan juga mengungkapkan bahwa, proses penghitungan suara di sejumlah TPS di daerah itu sarat kecurangan yang diduga dilakukan secara massif dan terorganisir.

Buktinya, kata Adi, proses penghitungan suara yang telah berlangsung hingga larut malam bahkan ada yang sampai subuh, diduga tidak lagi diawasi secara ketat oleh aparat keamanan dan petugas terkait lainnya.

Para saksi partai politik yang dihadirkanpun, ujarnya, banyak yang lengah mengawasi jalannya proses penghitungan suara karena sudah sangat lelah dan mengantuk.

“Ada di TPS tertentu kami dapati, proses penghitungan suara dalam suasana remang-remang karena tidak ada lampu penerang. Termasuk ada di TPS tertentu tidak ada lagi aparat keamanan dan petugas terkait lainnya saat proses penghitungan suara telah larut malam. Ini jelas pelanggaran,” beber Adi.

Jika sejumlah dugaan pelanggaran tersebut tidak ditindaklanjuti saat proses rapat pleno ditingkat PPK, maka ia memastikan PKPI Aceh Selatan akan menolak hasil rapat pleno tersebut.

“Salah satu rapat pleno yang telah dipastikan kami tolak adalah rapat pleno PPK Tapaktuan khusus terhadap rekapitulasi penghitungan suara caleg DPRK Aceh Selatan. Untuk rapat pleno di kecamatan yang lain, nanti akan kami pelajari dulu hasilnya karena rapat plenonya belum selesai digelar,” pungkasnya.[HM]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here