Kisah Kerangka Jenderal Kohler Dikembalikan ke Aceh

0
1221

Setelah 105 tahun kerangka Jendral JHR Kolher dikembalikan ke Banda Aceh untuk dikuburkan di Peucut Kerkhof.

Jendral JHR Kohler merupakan panglima perang Belanda pertama yang tewas di Aceh. Jenazahnya sempat diungsikan ke Singapura, kemudian dibawa ke Batavia dan dikuburkan di sana, tapi 105 tahun kemudian kerangka di kembalikan ke Aceh ke tanah tempat kematiannya dan dikuburkan di Peucut Kerkhof.

Peucut Kerkhof merupakan kuburan tentara Belanda yang tewas selama perang Aceh, sejak agresi pertama hingga menjelang perang dunia kedua. Ada sebanyak 2.200 orang tentara Belanda yang dikuburkan di sana. Nama serta tempat dan penyebab tewasnya para serdadu tersebut diukir pada sayap kanan, kiri, luar dan dalam gerbang Kerkhof.

Peucut Kerkhof adalah komplek kuburan tentara Belanda terbesar di nusantara. Keberadaannya sempat menjadi salah satu permasalahan khusus dalam perundingan antara Indonesia dan Belanda dan termaktum dalam lampiran Konferensi Meja Bunda (KMB) No.10/E.L.

Kerangka dari jenazah Panglima Perang Belanda yang tewas pada agresi pertama Belanda ke Aceh, Jendral JHR Kohler juga dikuburkan kembali di Peucut Kerkhof dalam sebuah upacara militer pada tanggal 19 Mei 1978. Sebelumnya Jendral Kohler dimakamkan di Batavia, tapi setelah 105 tahun kemudian dipindahkan ke Peucut Kerkhof.

Penguburan kembali kerangka Jendral Kohler di Banda Aceh itu dihadiri oleh Atase Militer Kedutaan Besar Belanda Kolonel J Linzel, Kepala Staf Polri Kolonel Drs Azhar Kasim, Kepala Staf Kodam I Djakfar Ahmad. Selain itu juga dihadiri oleh para pejabat Pemerintah Aceh antara lain: Gubernur Aceh A Muzakir Walad, Ketua Majelis Ulama Aceh H Abdullah Ujong Rimba, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Aceh Achmad Amin, Kepala Dinas Kesehatan Tentara di Aceh 1945-1950 dr Mahjuddin, serta sejumlah pejabat dari Kedutaan Belanda di Jakarta.

Jendral JHR Kohler merupakan Panglima Angkatan Perang Belanda dalam agresi pertama ke Aceh. Ia mendaratkan pasukannya di Pante Ceureumen, Uleelheu pada 6 April 1873. Setelah empat harim pertempuran, Masjid Baiturrahman Banda Aceh berhasil direbut Belanda pada tanggal 10 April 1873. Tapi pada malam itu juga masjid itu dapat direbut kembali oleh pejuang Aceh.

Empat hari kemudian yakni pada tanggal 14 April 1873, Jendral Kohler mengerahkan kembali keuatannya untuk merebut Masjid Raya Baiturahman yang saat itu disangka sebagai istana sultan. Setelah perang sengit, Belanda berhasil merebut kembali Masjid Bairurrahman.

Jendral Kohler kemudian berangkat dari bivak sawah yang terletak antara Blang Oi dan Punge untuk melakukan inspeksi pasukan dan merayakan kemenangan atas berhasil Belanda merebut kembali Masjid Raya Baiturahman. Ketika sedang melakukan inspeksi, sebutir peluru dari penembak jita (sniper) Aceh yang berada ilalang sebelah utara Masjid Raya Baiturahman mengenai dada Jendral Kohler. Dalam keadaan panik, tubuh Jendral Kohler dibawa lari dan pasukannya mundur ke pantai. Menjelang meninggalnya Jendral Kohler sempat berucap O god, ik ben getroffen!! (Oh Tuhanku, aku terkena peluru).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here