,

KIP Prioritaskan Distribusi Logistik Pilkada ke Daerah Terpencil

TAPAKTUAN – Untuk menjamin seluruh logistik pemilu sampai ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) secara tepat waktu, Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Selatan memprioritaskan pendistribusian logistik Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh tahun 2017 ke wilayah terisolir dan terpencil.

“Kami tetap mengupayakan secara maksimal agar proses pendistribusian seluruh logistik pemilu berjalan aman dan lancar. Oleh sebab itu, dalam pendistribusian logistik pemilu yang akan dimulai pada 13 hingga 14 Februari 2017 mendatang, kami memprioritaskan terlebih dulu ke wilayah terpencil dan terisolir dengan melibatkan puluhan pasukan Brimob dan anggota Polres Aceh Selatan,” kata Ketua Divisi Logistik KIP Aceh Selatan, Saiful Bismi di Tapaktuan, Kamis, 9 Februari 2017.

Menurut Saiful, dari 260 gampong yang tersebar di 18 kecamatan di Aceh Selatan, hanya ada dua kecamatan yang sebagian kecil wilayahnya masih terisolir dan terpencil yakni Kecamatan Kluet Tengah dan Trumon.

Untuk Kecamatan Kluet Tengah, sebut Saiful, wilayah yang masih terisolir dan terpencil tersebut adalah Gampong Koto Indarung dan Gampong Alue Keujruen serta Sarah Baro.

“Untuk menuju ke masing-masing wilayah perkampungan penduduk tersebut dari Ibu Kota Kecamatan Kluet Tengah, kita harus menggunakan perahu kecil bermesin robin dengan masa tempuh perjalanan selama 3 jam membelah derasnya arus sungai (Krueng) Kluet. Perahu berukuran kecil tersebut merupakan satu-satunya moda transportasi untuk menuju ke wilayah perkampungan penduduk yang masuk ke dalam kawasan hutan lindung tersebut, karena sampai sekarang ini belum ada akses infrastruktur jalan ke wilayah tersebut,” ungkap Saiful.

Sedangkan wilayah yang masih dikategorikan terpencil satu lagi, sambung Saiful, adalah Kemukiman Bulohseuma, Kecamatan Trumon. Sebab, untuk menuju ke wilayah pedalaman Kecamatan Trumon yang berjarak sekitar 30 Km lebih dari Ibu Kota Kecamatan Trumon tersebut, sebagian masyarakat masih menggunakan boat pancing nelayan dari Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Gampong Keude Trumon.

Selain melalui moda transportasi laut, sebagian lagi masyarakat juga ada yang menggunakan akses jalan melalui pinggir pantai. Namun akses jalan dengan cara menyusuri bibir pantai ini, terkadang sering mengalami kendala ketika ombak laut mengganas serta secara tiba-tiba air laut pasang.

“Memang sekarang ini, akses jalan dari Keude Trumon tembus ke Bulohseuma sepanjang lebih kurang 30 Km sudah dibuka. Namun karena badan jalan tersebut belum seluruhnya dilakukan pengerasan, maka jika sewaktu-waktu wilayah tersebut diguyur hujan lebat, maka badan jalan yang becek dan berlumpur tersebut sangat sulit untuk dilalui. Karena itu, untuk menjamin proses pendistribusian logistik pemilu tetap berjalan lancar dan aman, kami akan menempuh segala cara melalui berbagai opsi alternatif,” kata Saiful.

Saiful Bismi melanjutkan, hingga Kamis 9 Februari 2017, pihaknya telah merampungkan persiapan seluruh logistik pemilu sekitar 80 persen. “Alhamdulillah, sampai saat ini persiapan logistik pemilu sudah sekitar 80 persen,” pungkasnya.[Hendri Z]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *