,

KIP Aceh Tamiang Kesulitan Anggaran

KUALA SIMPANG – Terlambatnya terbit regulasi dan minimnya anggaran menjadi persoalan bagi Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Tamiang. Padahal tahapan Pemilihan Kepala daerah (Pilkada) sudah dimulai sejak Mei 2016 lalu.

Hal itu diungkapkan Ketua KIP Aceh Tamiang, Muhammad Alhamda dalam pertemuan dengan anggota Badan Anggaran DPR RI, H Firmandez, Selasa, 9 Agustus 2016 di Kantor KIP Aceh Tamiang.

H Firmandez sengaja menjambangi mengunjungi kantor KIP Aceh Tamiang di sela-sela kunjungan kerja (reses) ke negeri Bumi Muda Sedia tersebut. Dalam silaturrahmi itu, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Golkar ini berdiskusi tentang berbagai persiapan KIP Aceh Tamiang menjelang Pilkada serentak yang akan digelar pada Februari 2017.

Di hadapan Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh itu Ketua KIP Aceh Tamiang, Muhammad Alhamda menjelaskan, keterlambatan terbitnya regulasi yang mengatur pilkada merupakan salah satu persoalan yang dihadapi pihaknya saat ini. Selain itu masalah anggaran yang belum ada juga menjadi salah satu kendala.

Sebelumnya, KIP dan Pemkab Aceh Tamiang menyepakati besarnya dana penyelenggara pilkada di daerah tersebut sebesar Rp 27,9 miliar. Lebih kecil dari yang diusulkan KIP sebesar Rp 31,5 miliar.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *