,

Keuchik Mata Ie Ditengarai Selewengkan Dana Desa

Keuchik Mata Ie, Pasie Raja, Aceh Selatan, Zainal Abidin, ditengarai menyelengkan dana desa tahun 2016. Dugaan itu mencuat karena proyek fisik yang dikerjakan tidak sesuai spesifikasi.

Sumber di kalangan warga Mata Ie, Senin 10 April 2017 di Tapaktuan mengungkapkansesuai Rancangan Anggaran Biaya (RAB) seharusnya pembangunan tanggul badan jalan tersebut sepanjang lebih kurang 160 meter dan penimbunan badan jalan lebih kurang 200 meter.

“Namun hingga berakhirnya tahun anggaran 2016 pembangunan tanggul dan penimbunan badan jalan yang telah dikerjakan hanya sepanjang 50 meter,” jelas sumber tersebut.

Persoalaan itu telah berulang kali dipertanyakan kepada keuchik Zainal Abidin, namun yang bersangkutan tidak bersedia menjelaskannya kepada warga. “Saat kami pertanyakan keuchik meresponnya secara arogan dengan menyatakan apa urusan kalian, lihat saja saya bekerja. Tidak usah banyak kali protes- protes,” ungkapnya.

Karena itu, warga berharap dan meminta Bupati Aceh Selatan HT Sama Indra segera memerintahkan pihak Inspektorat untuk mengaudit penggunaan dana desa di Gampong Mata Ie.

“Selain Inspektorat, kami juga meminta kepada pihak kepolisian dan Kejaksaan Negeri Aceh Selatan agar segera turun tangan mengusut penggunaan dana desa selama ini yang diduga kuat sarat penyimpangan,” harapnya.

Ketua Tuha Peut Gampong Mata Ie, Pasie Raja, Tgk Murdani ketika dikonfirmasi wartawan di Pasie Raja, Senin, 10 April 2017 membenarkan bahwa ada dugaan ketidakberesan dalam pekerjaan proyek fisik sumber dana desa tahun 2016 di gampong tersebut.

“Namun sejauh ini, saya belum berani menyatakan dalam bentuk bagaimana penyimpangan itu dilakukan, karena jangan sampai menjadi fitnah untuk kepentingan politik pihak lain. Tapi terkait ketidakberesan pekerjaan proyek itu sudah sering kami dengar dari laporan masyarakat,” jelas Tgk Murdani.

Anehnya, sambung dia, ketika pihaknya atas nama Tuha Peut meminta supaya segera digelar rapat kepada keuchik untuk memusyawarahkan terkait persoalan yang disampaikan oleh sejumlah tersebut, pihak keuchik justru menolak digelar rapat dengan cara mengulur – ulur waktu yang tidak pasti.

“Terkait volume pekerjaan fisik yang dikerjakan tidak cukup memang sudah kami dapat informasi dari warga. Tapi sejauh ini kami belum bisa memastikan berapa volume tidak cukup termasuk jumlah anggaran yang digunakan karena selama ini tidak transparan. Saat kami minta supaya digelar rapat, keuchik terus menunda-nundanya dengan jadwal yang belum pasti,” beber Tgk Murdani.

Sementara itu Keuchik Mata Ie, Zainal Abidin yang dihubungi wartawan dari Tapaktuan, Senin, 10 April 2017 membantah tudingan tersebut. Menurutnya, dari sebesar Rp 800 juta alokasi dana desa untuk Gampong Mata Ie tahun 2016, sebesar Rp 500 juta khusus diperuntukkan untuk pekerjaan proyek fisik.

“Pekerjaan proyek fisik yang kami kerjakan itu masing-masing lanjutan pembangunan Masjid sebesar Rp 100 juta. Tanggul jalan empat titik dan drainase tiga titik,” jelasnya.

Sedangkan terkait adanya proyek tidak cukup volumenya, menurut Zainal Abidin, Hal itu disebabkan karena  masih adanya pekerjaan tanggul yang belum siap sekitar 50 meter lagi.

“Pekerjaan tanggul di samping pagar SMAN 1 Pasie Raja tersebut memang belum siap sekitar 50 meter lagi. Jadi bukan volumenya tidak cukup, tapi memang belum siap. Selama ini terkendala pasokan material, dalam beberapa hari ini kembali kami lanjutkan pekerjaannya,” pungkas Zainal Abidin.[HM]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *