,

Ketua Panja DPRK Nilai Camat Tapaktuan Bohongi Publik

TAPAKTUAN – Ketua Panitia Kerja (Panja) DPRK Aceh Selatan, Hadi Surya, menilai Camat Tapaktuan, Yulmainar, telah melakukan pembohongan publik terkait polemik pembatalan pelantikan Kepala Desa Air Pinang, Nurman R, karena pernah mengalami gangguan jiwa.

Camat perempuan satu-satunya di negeri pala itu mengatakan sama sekali tidak mengetahui jika salah seorang bakal calon kepala desa yang telah memasukkan berkas pandaftaran ke Panitia Pemilihan Keuchik (P2K) pernah mengalami gangguan jiwa. Ia malah menyalahkan pihak P2K dan Tuha Peut Desa Air Pinang, yang menurutnya memang sengaja tidak memberitahukan hal itu kepadanya.

“Pernyataan Camat Tapaktuan tersebut jelas-jelas kontraproduktif dengan kenyataan atau fakta yang terjadi di lapangan,” kata Hadi kepada wartawan di Tapaktuan, Senin, 30 Mei 2016.

Politisi Gerindra ini mengungkapkan, fakta yang terjadi di lapangan bahwa setelah pemilihan kepala desa 8 November 2015 dengan keluar sebagai kepala desa terpilih Nurman R, Camat mendapat laporan dari warga bahwa kepala desa terpilih tersebut pernah mengalami gangguan jiwa.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pada 9 November 2015, Camat Tapaktuan memanggil P2K untuk mengklarifikasi informasi yang berembus atau beredar secara liar di tengah-tengah masyarakat setempat. Di hadapan camat, kata Hadi, tim P2K Desa Air Pinang mengakui bahwa kepala desa terpilih atas nama Nurman R, benar pernah mengalami gangguan jiwa dan pernah dirawat di ruang UPIP RSUD YA Tapaktuan.

Setelah mendengar pengakuan tim P2K, ujar Hadi, selanjutnya pada tanggal 10 November 2015 camat kembali memanggil Tuha Peut Desa Air Pinang dengan maksud kembali meminta klarifikasi terkait informasi kepala desa terpilih pernah mengalami gangguan jiwa.

“Memang saat pertemuan dengan Tuha Peut tersebut, Camat Tapaktuan sempat meminta kepada Tuha Peut supaya membuat surat pernyataan untuk membatalkan rencana pelantikan Nurman R. Namun atas dasar berbagai pertimbangan pihak Tuha Peut pun menolak membuat surat tersebut,” beber Hadi.

Anehnya, tegas Hadi, meskipun Camat Tapaktuan telah mengetahui bahwa Kepala Desa Air Pinang terpilih atas nama Nurman R, pernah mengalami gangguan jiwa baik dari hasil pengakuan tim P2K maupun dari pihak Tuha Peut desa setempat, namun secara tiba-tiba Camat Tapaktuan justru tetap melayangkan surat kepada Bupati Aceh Selatan Nomor : 141/581/2015 tertanggal 15 Desember 2015 tentang pengusulan pelantikan Kepala Desa Air Pinang terpilih.

Merespon surat Camat Tapaktuan tersebut, Bupati Aceh Selatan dengan tegas mengeluarkan kebijakan untuk membatalkan hasil pemilihan Kepala Desa Air Pinang. Keputusan itu tertuang dalam surat Bupati Nomor : 141/051/2016 tertanggal 25 Januari 2016.

Keputusan yang diambil oleh Bupati tersebut merujuk kepada surat dari BLUD RSUD Dr. H Yulidin Away Tapaktuan Nomor : 853/5269/2015 tanggal 17 Desember 2015, dimana menerangkan bahwa kepala desa terpilih atas nama Nurman R, pernah di rawat di Ruang UPIP Cempala mulai tanggal 14 – 23 November 2015.

Karena itu, Hadi menyayangkan keputusan Camat Tapaktuan, Yulmainar SE, tetap mengusulkan pelantikan kepala desa terpilih atas nama Nurman R kepada Bupati Aceh Selatan meskipun dia telah mengetahui bahwa Nurman R pernah mengalami gangguan jiwa.[HM]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *