Saturday, January 18, 2020

Ketua DPD I Golkar Aceh Diminta Tidak Pecah Belah Caleg

Must Read

Polisi Musnahkan Satu Ton Lebih Ganja Sitaan

BLANGKEJEREN - Satu ton ganja dimusnahkan dengan cara dibakar di halaman Mapolres Gayo Lues. Barang haram tersebut merupakan hasil...

Setelah Dua Bulan Dipenjara, Polisi Serahkan Mantan Kepala Desa Blangkucir ke Jaksa

BLANGKEJEREN - Kasus dugaan korupsi Dana Desa yang dilakukan Kepala desa Blangkuncir, Kecamatan Terangun, Kabupaten Gayo Lues yang merugikan...

H Firmandez Masuk Pengurus Ikatan Alumni Lemhanas

JAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) asal Aceh, H Firmandez dipercayakan menjadi pengurus Ikatan Alumni Lembaga...
Avatar
Redaksi
Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

BIREUEN – Para calon anggota legislatif (Caleg) partai Golongan Karya (Golkar) diharapkan bisa saling tandem, bukan malah saling senggol dalam upaya merebut simpati pemilih. Ketua DPD I Golkar Aceh, TM Nurlif juga diminta untuk tidak memecah belah caleg di lapangan.

Permintaan itu disampaikan tokoh Golkar Bireuen, Teuku Marzuki, Selasa, 12 Maret 2019. Menurut pria yang sering disapa Ampon Ki ini, adalah keliru jika membuat persaingan yang tidak sehat antar sesama caleg di lapangan. Seharusnya persaingan yang dimunculkan adalah yang bersifat construktif, agar para caleg termotivasi dalam persaingan yang sehat, bukan malah menjadi terpecah belah.

“Sikap pimpinan yang pro pada caleg tertentu saja, itu tidak baik, tidak bijak, karena akan membuat ada anak tiri dan anak kandung di tubuh Golkar yang akan berdampak pada kerja-kerja pemenangan di lapangan,” ujar Ampon Ki.

Masih menurut Ampon Ki, jika Ketua DPD I Golkar Aceh, TM Nurlif hanya mengkampanyekan caleg-caleg tertentu saja, serta membatasi kerja sama antar caleg, maka hasilnya tidak akan maksimal bagi perolehan suara Partai Golkar pada Pemilu Legislatif (Pileg) 17 April 2019 mendatang.

“Kalau yang dikampanyekan hanya satu caleg saja, maka kalau dapat ya cuma satu kursi caleg itu saja. Tapi cobalahnya berkampanye untuk semua caleg Golkar secara arif, maka suara yang diperoleh akan menjadi suara partai yang utuh. Jangan lagi membuat perpecahan di lapangan,” lanjut Ampon Ki.

Ampon Ki menambahkan, sikap-sikap primodial dalam memimpin sudah saatnya ditinggalkan, karena zaman sudah berubah, dan peri laku konstituen pemilu sudah jauh berkembang. “Kata anak muda ini sudah zaman milenial, jadi kita harus menyesuaikan diri agar tidak tenggelam dalam perubahan zaman,” pungkas Ampon Ki.[HK]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Terbaru

Polisi Musnahkan Satu Ton Lebih Ganja Sitaan

BLANGKEJEREN - Satu ton ganja dimusnahkan dengan cara dibakar di halaman Mapolres Gayo Lues. Barang haram tersebut merupakan hasil...

Setelah Dua Bulan Dipenjara, Polisi Serahkan Mantan Kepala Desa Blangkucir ke Jaksa

BLANGKEJEREN - Kasus dugaan korupsi Dana Desa yang dilakukan Kepala desa Blangkuncir, Kecamatan Terangun, Kabupaten Gayo Lues yang merugikan keuangan Negara Rp 258.656.349 sudah...

H Firmandez Masuk Pengurus Ikatan Alumni Lemhanas

JAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) asal Aceh, H Firmandez dipercayakan menjadi pengurus Ikatan Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL Lemhanas). Politisi...

GTA Terobos Jalur Ekstrem Lesten-Pulo Tiga

BLANGKEJEREN - Tim Blutax's Jimny off Road 4x4 Gayo Lues bersama tim Gayo Trail Adventure (GTA) berhasil menerobos jalur ekstrem di lintasan...

Menikmati Pesona Lhok Gob di Belantara Pidie Jaya

Pesona sungai Lhok Gob yang membelah belantara Pidie Jaya di Gampong Kumba, Bandar Dua, sungguh sangat memanjakan mata. Wisata alam yang asri dan menenangkan...
- Advertisement -

Baca juga...