Ketua DPD I Golkar Aceh Diminta Tidak Pecah Belah Caleg

0
234

BIREUEN – Para calon anggota legislatif (Caleg) partai Golongan Karya (Golkar) diharapkan bisa saling tandem, bukan malah saling senggol dalam upaya merebut simpati pemilih. Ketua DPD I Golkar Aceh, TM Nurlif juga diminta untuk tidak memecah belah caleg di lapangan.

Permintaan itu disampaikan tokoh Golkar Bireuen, Teuku Marzuki, Selasa, 12 Maret 2019. Menurut pria yang sering disapa Ampon Ki ini, adalah keliru jika membuat persaingan yang tidak sehat antar sesama caleg di lapangan. Seharusnya persaingan yang dimunculkan adalah yang bersifat construktif, agar para caleg termotivasi dalam persaingan yang sehat, bukan malah menjadi terpecah belah.

“Sikap pimpinan yang pro pada caleg tertentu saja, itu tidak baik, tidak bijak, karena akan membuat ada anak tiri dan anak kandung di tubuh Golkar yang akan berdampak pada kerja-kerja pemenangan di lapangan,” ujar Ampon Ki.

Masih menurut Ampon Ki, jika Ketua DPD I Golkar Aceh, TM Nurlif hanya mengkampanyekan caleg-caleg tertentu saja, serta membatasi kerja sama antar caleg, maka hasilnya tidak akan maksimal bagi perolehan suara Partai Golkar pada Pemilu Legislatif (Pileg) 17 April 2019 mendatang.

“Kalau yang dikampanyekan hanya satu caleg saja, maka kalau dapat ya cuma satu kursi caleg itu saja. Tapi cobalahnya berkampanye untuk semua caleg Golkar secara arif, maka suara yang diperoleh akan menjadi suara partai yang utuh. Jangan lagi membuat perpecahan di lapangan,” lanjut Ampon Ki.

Ampon Ki menambahkan, sikap-sikap primodial dalam memimpin sudah saatnya ditinggalkan, karena zaman sudah berubah, dan peri laku konstituen pemilu sudah jauh berkembang. “Kata anak muda ini sudah zaman milenial, jadi kita harus menyesuaikan diri agar tidak tenggelam dalam perubahan zaman,” pungkas Ampon Ki.[HK]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here