,

Ketimpangan Proyek Diekpos, Kontraktor Ancam Wartawan

TAPAKTUAN – Seorang kontraktor berinisial Ali Syam di Aceh Selatan mengancam wartawan usai ketimpangan proyek pembangunan SMA Unggul Pasie Raya diekspos ke media. (Baca: Belum Lama Dibangun, SMU Unggul Pasie Raja Rusak)

Ancaman Ali syam melalui telepon dan pesan singkat (SMS) ditujukan kepada Hendri Z dan Taufit Zass. Alasannya, setelah konformasi dan menjelaskan soal proyek tersebut, kasus itu masih diekspos di media. Padahal, konfirmasi yang dilakukan wartawan adalah upaya untuk mencari keberimbangan berita (balance).

“Jam 10.)) WIB dia telopon saya. Tanpa ada prasangka buruk, saya langsung mengangkatnya. Namun tidak ada hujan dan petir, dia mencaci maki saya,” jelas Hendri.

Cacian yang disampaikan sang kontraktor dengan nada emosi menurut Hendri adalah, pakon awak kah pe ek lom berita. Kon ka leh lon jelaskan duduk persoalan jih baro. (Kenapa kalian naikkan lagi berita itu (SMA Unggul Pasie Raja), padahal sudah saya jelaskan duduk persoalannya kemarin.

Mendengar pernyataan tersebut, kemudian Hendri menjelaskan bahwa upaya konfirmasi yang dilakukannya bersama Taufit Zass wartawan media lokal di Aceh, bukan berarti tidak akan menaikkan berita. Sebab dalam mengumpulkan informasi tersebut pihaknya sudah melakukan pengecekan dengan cara turun langsung ke lapangan meninjau proyek tersebut.

Hendri juga menjelaskan kepada Ali Syam bahwa pemberitaan yang dilansir tersebut sudah berimbang karena sudah dikonfirmasi langsung ke beberapa pihak terkait. Atas dasar itu, sudah sepantasnya wartawan atau media massa sebagai pemegang fungsi kontrol sosial mengekspos berita itu. Jika tidak boleh diberitakan pun, maka itu sama halnya pembungkaman kebebasan pers.

Mendengar jawaban tersebut, Ali Syam mulai emosi. Pengusaha konstruksi asal Kecamatan Pasie Raja yang disebut-sebut mantan kombatan GAM ini mulai mengeluarkan kata-kata makian terhadap Hendri dengan menyebut “Ayah kah (Ayah Kamu)”.

Mendengar cacian terhadap almarhum ayahnya tersebut, Hendri tidak dapat menerima karena makian dari orang lain terhadap sosok orang tua apalagi sudah meninggal dunia bagi orang Aceh dinilai sudah menyentuh sisi esensi atau sensifitas dalam kehidupan.

Untuk memastikan itu, kemudian Hendri menanyakan kepada Ali Syam, “Kenapa kamu maki almarhum orang tua saya ?” tapi Ali Syam kembali mengulangi makian terhadap almarhum orang tua Hendri.

Selanjutnya Hendri bertanya kepada Ali Syam, “Kamu mau apa?, apa kamu mengancam saya ?,” tanya Hendri. Ali Syam mengatakan apapun boleh, kemudian dia pun meminta kepada Hendri dan Taufit Zass agar menunggunya di Tapaktuan.
“Dipat awak kah jino, ka preh lon jak keunan Tapaktuan, (Dimana kalian sekarang?, kalian tunggu saya datang sekarang ke Tapaktuan),” teriak Ali Syam dari ujung telephone, sembari mengakhiri pembicaraan.

Setelah di tunggu sekitar tiga jam, tepat pukul 13.05 WIB, Ali Syam kembali menebar ancaman teror via pesan singkat (SMS) dalam bahasa Aceh, “Ka pegah bak bui Taufit lon ka di Tapaktuan. (Kamu bilang sama Taufit babi itu, saya di Tapaktuan),” tulis Ali Syam dalam pesan singkatnya yang dikirim ke nomor ponsel Hendri.

Seperti diberitakan sebelumnya, meskipun baru satu tahun difungsikan pada tahun 2016 lalu, keberadaan SMA Unggul Pasie Raja yang di bangun sumber Otsus tahun 2015 Rp 2,2 miliar tersebut sudah mulai rusak.

Berdasarkan hasil pantauan dilapangan, Kamis 23 Maret 2017, plafon di bagian dalam dan bagian luar beberapa ruang kelas belajar siswa sudah ambruk yang diduga akibat terjadi kebocoran atap. Kemudian, dinding bangunan sudah mulai terlihat retak- retak dan daun pintu ruangan sudah mulai hancur.[HM]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *