,

Keputusan MK Pilkada Gayo Lues Diulang di 5 TPS

BLANGKEJEREN – Sengketa Pilkada Kabupaten Gayo Lues yang berujung ke Mahkamah Konstitusi (MK) akibat adanya temuan pemilih mencoblos lebih dari satu kali berbuntut panjang. Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan harus diulang pemungutan suara ulang di 5 Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Ke-5 TPS yang harus diulang itu adalah TPS Tiga Desa Penampaan Toa, Kecamatan Blangkejeren dengan jumlah pemilih (DPT) 345 orang, TPS Satu Desa Bemem Buntul Pegayon, Kecamatan Blangpegayon jumlah pemilih (DPT) 219 orang, TPS Tiga Desa Kutapanjang, Kecamatan Kuta Panjang dengan jumlah pemilih (DPT) 262 orang, TPS Satu Desa Rikit Dekat, Kecamatan Kutapanjang dengan jumlah pemilih (DPT) 262 orang, dan TPS Satu Desa Tungel Baru, Kecamatan Rikit Gaib dengan jumlah pemilih (DPT) 223 orang.

Sebelum putusan MK, perolehan suara untuk pasangan nomor urut aatu H Adam dan Iskandar (Hadis) memperoleh 13.277 suara, pasangan Abd Rasad dan Rajab Marwan (Sarama) 20.331 suara, dan pasangan M.Amru dan Said Sani (Mass) 21.115 suara. Sedangkan setelah putusan MK, suara pasangan Hadis 13.042 suara, pasangan Sarama 19.808 suara, dan pasangan Mass 20.729 suara.

“Kondisi di 5 TPS yang akan diulang ini, jumlah suara pasangan Hadis 235 suara, pasangan Sarama 523 suara, dan pasangan Mass 386 suara, dengan jumlah total keseluruhan 1.144 suara,” kata DI salah satu warga yang meminta namanya diinisialkan, Kamis, 27 April 2017.

Berdasarkan data itu, selisih jumlah suara antara pasangan Sarama dengan Mass hanya 921 suara setelah putusan MK, dan suara yang ada di 5 TPS itu akan diperebutkan untuk menentukan siapa Bupati dan Wakil Bupati yang akan terpilih nantinya.

Setelah KIP Gayo Lues selesai menyelengarakan Pilkada ulang di Lima TPS itu, maka hasilnya akan diserahkan kembali ke MK, barulah diputuskan kembali hasil akhir dari sengketa Pilkada Gayo Lues tersebut.

Sementara Izal salah satu warga Blangkejeren berharap dalam Pilkada ulang ini tetap kondusif, sehingga kejadian Pilkada tahun 2012 silam yang berujung pembakaran gedung Pemerintahan tidak terulang lagi.

“Mudah-mudahan aman dalam Pilkada ulang nantinya, jagan gara-gara memilih Bupati kita satu suku, satu bangsa dan masih ada ikatan saudara jadi ribut,” katanya. [Win Porang]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *