,

Kepala Rutan Tapaktuan Diduga Pungli Napi

TAPAKTUAN – Kepala Rumah Tahanan (FRutan) Kelas IIB Tapaktuan, Irman Jaya diduga melakukan pungutan liar (Pungli) dalam pengurusan surat Pembebasan Bersyarat (PB) narapidana (Napi).  

Namun Irman menyatakan itu hanya kebohongan karena pengurusan PB gratis alias tidak dikenakan biaya. Dugaan itu mencuat terkait adanya beberapa napi yang mengajukan PB tahun 2016, namun hingga kini belum ada kejelasan.

Hasbibullah (34), warga Kota Fajar, Kecamatan Kluet Utara, Aceh Selatan terpidana 2 tahun 10 bulan penjara dalam kasus pencurian kendaraan motor (Ranmor), kepada wartawan yang datang berkunjung ke Rutan tersebut, Rabu, 26 April 2017 mengatakan seharusnya dia telah bebas pada bulan Maret lalu jika PB telah turun.
 
“Saya telah mengajukan pengurusan PB sejak bulan November 2016. Dalam pengurusan itu saya juga turut menyerahkan uang pelicin kepada Irman Jaya sebesar Rp 500 ribu ditambah Rp 200 ribu lagi untuk pejabat lainnya di Rutan Tapaktuan, namun PB tak kunnung turun,” ungkap Hasbibullah.
 
Namun anehnya, lanjut dia, saat para napi hendak menjumpai Kepala Rutan, Irman Jaya untuk mempertanyakan terkait realisasi PB tersebut, Irman Jaya justru terkesan sering menghindar-hindar dari mereka dengan mengutarakan berbagai alasan yang tidak logis.
 
Salah seorang Napi lainnya, bernama Ihsan yang merupakan napi kasus narkoba dengan hukuman 4 tahun 7 bulan telah menjalani masa pidana 2 tahun 7 bulan. Dia juga mengaku telah mengurus PB namun hingga kini PB yang diajukan melalui Kepala Rutan tersebut tidak pernah terdengar kabar kapan akan turunnya.
 
“Kami para napi yang telah mengusulkan PB sejak bulan 11 tahun lalu, saat ini sudah mulai tidak nyaman. Sepertinya kami sudah dizalimi di sini, kalau dihitung-hitung kami sudah melewati waktu masa PB. Kalau kami tanya sama Pak Irman Jaya selalu diberi harapan tidak ada penjelasan yang jelas,” papar Ihsan.
 
Sementara itu, Kepala Rumah Tahanan (Karutan) Kelas IIB Tapaktuan, Irman Jaya, membantah pengakuan sejumlah Napi terkait adanya penyerahan uang suap dalam pengurusan Pembebasan Bersyarat (PB).
 
“Pembebasan bersyarat (PB) bukan kita yang turunkan. Kalau saya yang turunkan, sudah lama bebas. Karena kita sekarang pakai sistem online, PB sudah lama kita usulkan ke Pusat (Jakarta). Kita tunggu instruksi dari Pusat (Jakarta) dulu baru ada kejelasan,” ungkapnya.
 
Irman juga membantah kalau pengurusan PB, pihaknya meminta atau mengutip uang kepada para Napi. “Kalau pengusulan PB, kami tidak pernah meminta uang. Lagian pengurusan PB itu gratis, tidak dikenakan biaya. Kalau orang itu bilang ada kasih uang, itu bohong karena pengurusan PB gratis tidak ada pakai uang,” tegasnya.[HM]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *