Kemerosotan Harga Minyak Serai Wangi Jadi Perhatian Dewan

0
91

BLANGKEJEREN – Harga minyak serai wangi Gayo Lues menurun drastis, agen penampung menolak membelinya. Padahal 70 persen penduduk Negeri Seribu Bukit tersebut merupakan petani serai wangi. Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) setempat menghimbau penampung membelinya dengan harga di atas Rp200 ribu per kilogram.

Himbaun itu disampaikan Ketua DPRK Gayo Lues, H Ali Husin saat membuka rapat paripurna pembahasan Rancangan Qanun (Raqan) Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Gayo Lues tahun anggaran 2019, Selasa, 29 Januari 2019.

“Kita harus memikirkan bagaimana langkah dan setrategi kita ke depan agar anak Gayo Lues yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah tidak pulang, karena 70 persen lebih warga Gayo Lues mengantungkan hidup dari hasil perkebunan minyak serai wangi,” katanya.

Hal yang sama juga disampaikan Bupati Gayo Lues, Muhammad Amru. Ia mengatakan sudah memanggil Kepala SKPK terkait membicarakan solusinya, salah satunya adalah dengan menghimbau petani agar tidak menjual minyak serai dalam situsasi sekarang dan disarankan melakukan pengumpulan terlebih dahulu sebelum harga normal.

“Kami juga sudah menyurati masing-masing agen penampung minyak serai wangi agar tetap melakukan pembelian dengan ketentuan harga pembelian paling murah Rp200 ribu per kilogram,” katanya.

Selain itu, Pemda Gayo Lues juga akan menjajaki pasar penjualan minyak serai wangi sehingga tidak bergantung pada perusahaan di Medan saja. Pihak perbankan juga sudah dipanggil agar memberikan kemudahan pembiayaan bagi pengusaha minyak serai wangi. “Kami juga akan mengundang investor ke Gayo Lues,” ujarnya.[Win Porang]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here