,

Kemarau Landa Gayo Lues Petani Terancam Gagal Panen

TEROPONGACEH.COM | BLANGKEJEREN – Petani padi dan jagung di Gayo Lues terancam merugi musim tanam ini. Pasalnya, jagung dan padi yang baru tumbuh kekurangan air akibat kemarau. Warga harus begadang sampai larut malam untuk mengairi sawah mereka dengan air sungai.

Budin, petani di Blangkejeren, Jumat, 19 Agustus 2016 mengatakan, saat ini ada beberapa lokasi areal pertanian yang sangat kering, seperti sebagian areal persawahan warga Kute Lintang yang lahan pertanian sudah retak-retak akibat kekeringan.

“Airnya tidak bisa dialiri ke lahan pertanian meskipun sudah berulang kali dilakukan gotong royong guna menaikan air, karena lokasi sawah lebih tinggi dari air sungai,” jelasnya.

Akibat kesulitan mendapatkan air, sebagian petani nekat berebutan air sawah dengan cara malam-malam memenuhkan seluruh air ke areal sawahnya, hal ini bisa berakibat fatal hingga pembacokan seperti kejadian beberapa tahun silam.

Petani jagung juga mengaku kewalahan mengurus jagung yang ditanamnya akibat musim kemarau, “Terpaksa jagung yang berumur 2,5 bulan ini dibiarkan, mau disiram airnya tidak ada, sedangkan tanah semakin hari semakin kering,” kata M Amin petani jagung di Blangkejeren.

Keringnya air sungai sejak dilanda kemarau sudah bisa dipastikan petani jagung akan mengalami rugi yang sangat besar, disamping jagungnya gagal panen, tanaman penopang lainya juga mengalami ganguan akibat kekurangan air.

“Cabai merah yang saya tanam banyak yang layu didekat kebun jagung itu, jikapun ada yang tumbuh, namun pucuknya keriting. Jika sudah keriting tidak akan normal lagi berbuah, sudah pasti rugi musim tahun ini,” keluhnya. [Win Porang]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *