Kelompok Tani Jangan Jadi “Mafia” Bantuan

0
157

BLANGKEJEREN – Kelompok tani diminta untuk tidak menjadi “mafia” yang menyelewengkan bantuan dari pemerintah, karena bantuan tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu disampaikan Kabid Holtikultura Dinas Pertanian Kabupaten Gayo Lues, Ismail. Menurutnya tahun ini ada bermacam bantuan yang kita berikan kepada petani, seperti bantuan untuk petani cabai merah seluas 50 hektar dari dana otonomi khusus Aceh, prosesnya masih verifikasi karena ada 70 Kelompok tani yang mengajukan permohonan, sementara yang menerima hanya sekitar 50 kelompok tani.

Seleksi kelompok tani itu kata Ismail M SP berdasarkan wilayah keberadaan kelompok tani tersebut, dan diutamakan diberikan kepada kelompok tani yang sesuai atau cocok ditanami cabai, sedangkan bagi yang tidak cocok akan dialihkan ketanaman lain yang lebih cocok.

“Untuk tanaman cabai yang dominan bagus ditanami masyarakat berlokasi di wilayah Blangkejeren, Blangpegayon, dan Putri Betung, di daerah ini dalam satu hektar cabai yang bagus bisa menghasilkan buah hingga 12 ton lebih, itu bukan berarti tidak kita berikan untuk kecamatan lain bantuan mulsa, bibit dan pupuk ini, yang lain juga kita upayakan dapatlah,” jelasnya.

Selain bantuan cabai merah, pihaknya juga sudah menyalurkan bantuan bibit bawang dari biji atau disebut TSS untuk lima hektar lahan, dan bantuan bibit dari umbi sebanyak 10 hektar.

“Jangan melakukan jual beli bantuan mulsa, cabai dan bibit bawang bantuan, jika ada ditemukan kelompok tani yang menjadi fafia, kami akan menyilang kelompok tersebut dan tidak akan memberikan bantuan lagi di masa yang akan datang.[Win Porang]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here