-4.3 C
Alba Iulia
Friday, December 6, 2019

Kelompok Tani Jangan Jadi “Mafia” Bantuan

Must Read

Polisi Musnahkan Satu Ton Lebih Ganja Sitaan

BLANGKEJEREN - Satu ton ganja dimusnahkan dengan cara dibakar di halaman Mapolres Gayo Lues. Barang haram tersebut merupakan hasil...

Setelah Dua Bulan Dipenjara, Polisi Serahkan Mantan Kepala Desa Blangkucir ke Jaksa

BLANGKEJEREN - Kasus dugaan korupsi Dana Desa yang dilakukan Kepala desa Blangkuncir, Kecamatan Terangun, Kabupaten Gayo Lues yang merugikan...

H Firmandez Masuk Pengurus Ikatan Alumni Lemhanas

JAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) asal Aceh, H Firmandez dipercayakan menjadi pengurus Ikatan Alumni Lembaga...
Avatar
Redaksi
Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

BLANGKEJEREN – Kelompok tani diminta untuk tidak menjadi “mafia” yang menyelewengkan bantuan dari pemerintah, karena bantuan tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu disampaikan Kabid Holtikultura Dinas Pertanian Kabupaten Gayo Lues, Ismail. Menurutnya tahun ini ada bermacam bantuan yang kita berikan kepada petani, seperti bantuan untuk petani cabai merah seluas 50 hektar dari dana otonomi khusus Aceh, prosesnya masih verifikasi karena ada 70 Kelompok tani yang mengajukan permohonan, sementara yang menerima hanya sekitar 50 kelompok tani.

Seleksi kelompok tani itu kata Ismail M SP berdasarkan wilayah keberadaan kelompok tani tersebut, dan diutamakan diberikan kepada kelompok tani yang sesuai atau cocok ditanami cabai, sedangkan bagi yang tidak cocok akan dialihkan ketanaman lain yang lebih cocok.

“Untuk tanaman cabai yang dominan bagus ditanami masyarakat berlokasi di wilayah Blangkejeren, Blangpegayon, dan Putri Betung, di daerah ini dalam satu hektar cabai yang bagus bisa menghasilkan buah hingga 12 ton lebih, itu bukan berarti tidak kita berikan untuk kecamatan lain bantuan mulsa, bibit dan pupuk ini, yang lain juga kita upayakan dapatlah,” jelasnya.

Selain bantuan cabai merah, pihaknya juga sudah menyalurkan bantuan bibit bawang dari biji atau disebut TSS untuk lima hektar lahan, dan bantuan bibit dari umbi sebanyak 10 hektar.

“Jangan melakukan jual beli bantuan mulsa, cabai dan bibit bawang bantuan, jika ada ditemukan kelompok tani yang menjadi fafia, kami akan menyilang kelompok tersebut dan tidak akan memberikan bantuan lagi di masa yang akan datang.[Win Porang]

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Polisi Musnahkan Satu Ton Lebih Ganja Sitaan

BLANGKEJEREN - Satu ton ganja dimusnahkan dengan cara dibakar di halaman Mapolres Gayo Lues. Barang haram tersebut merupakan hasil...

Setelah Dua Bulan Dipenjara, Polisi Serahkan Mantan Kepala Desa Blangkucir ke Jaksa

BLANGKEJEREN - Kasus dugaan korupsi Dana Desa yang dilakukan Kepala desa Blangkuncir, Kecamatan Terangun, Kabupaten Gayo Lues yang merugikan keuangan Negara Rp 258.656.349 sudah...

H Firmandez Masuk Pengurus Ikatan Alumni Lemhanas

JAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) asal Aceh, H Firmandez dipercayakan menjadi pengurus Ikatan Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL Lemhanas). Politisi...

GTA Terobos Jalur Ekstrem Lesten-Pulo Tiga

BLANGKEJEREN - Tim Blutax's Jimny off Road 4x4 Gayo Lues bersama tim Gayo Trail Adventure (GTA) berhasil menerobos jalur ekstrem di lintasan...

Menikmati Pesona Lhok Gob di Belantara Pidie Jaya

Pesona sungai Lhok Gob yang membelah belantara Pidie Jaya di Gampong Kumba, Bandar Dua, sungguh sangat memanjakan mata. Wisata alam yang asri dan menenangkan...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -