,

Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Masih Tinggi di Aceh

BANDA ACEH – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Provinsi Aceh masih tinggi. Bahkan lebih tinggi dari Sumatera Utara. Berdasarkan data Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP2P2A) Provinsi Aceh dalam tahun 2017 saja tercatat 1.791 kasus.

Hal itu terungkap dalam ekspos kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Meuligoe Gubernur Aceh, Selasa, 13 Maret 2018. Karena itu Pembina BP2P2A Provinsi Aceh, Darwati A. Gani, meminta penegak hukum menindak tegas pelaku kekerasan atas perempuan dan anak. “Pelaku jangan dilindungi. Berikan hukuman yang maksimal,” harap Darwati.

Kekerasan atas perempuan dan anak di Aceh, dari tahun ke tahun diketahui terus meningkat. Terbanyak adalah kasus kekerasan fisik dan seksual. Padahal dalam Undang-undang jelas diatur, ada pasal yang mewajibkan untuk melindungi keduanya.

Sementara itu Wakil Ketua Mahkamah Syariah Aceh, Rosmawardani, menjelaskan, pihaknya menangani kasus mencapai 11 ribu lebih per tahunnya. Kasus terbanyak adalah perempuan yang menggugat cerai suaminya akibat kekerasan yang mereka alami.

Angka itu, papar Rosmawardani, lebih tinggi dari Provinsi Sumatera Utara yang jumlah penduduknya 2 kali lebih banyak dari Provinsi Aceh. “Di Sumatera Utara 10 ribu kasus dari 10 juta. Sementara di Aceh, ada 11 ribu kasus dari jumlah penduduk yang hanya 4,5 juta,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Nevi Aliani mengatakan, kasus kekerasan yang tercatat di dinasnya terus meningkat. Tahun 2015 ada 939 kasus yang tercatat dan meningkat menjadi 1.648 di tahun 2016. Setahun berselang angka itu kembali naik ke angka 1.791.

Meski demikian, Nevi yakin jika angka itu masih sangat sedikit, karena banyaknya korban yang enggan melapor. Biasanya kasus ini dilakukan orang terdekat, sehingga korban tabu untuk melaporkannya.[rls]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *