,

KEK Arun Jangan Sampai Senasib dengan BPKS Sabang

LHOKSEUMAWE – Pengelolaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun, Lhokseumawe diharapkan bisa memberi multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi Aceh, tidak bernasib sama seperti Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang atau sering disebut sebagai Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) yang terkesan jalan di tempat.

Hal itu disampaikan Ketua Komite Internasional Kamar Dagang dan Indistri (KADIN) Aceh, Shalahuddin Alfata, Jumat, 22 September 2017. Menurutnya, KEK Arun harus dikelola secara profesional untuk menjadi sentra ekonomi dengan fasilitas-fasilitas khusus yang diberikan.

Shalahuddin Alfata berharap yang leading di KEK bukan Pemerintah Daerah (Pemda) tapi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) besar seperti Pertamina atau BUMN-BUMN lainnya, yang memiliki modal dan jaringan internasional. “Saya takut kalau di bawah Pemda akan senasib dengan pelabuhan bebas Sabang yang jalan di tempat,” jelasnya.

Untuk itu, Shalahuddin Alfata berharap Gubernur Aceh sebagai Ketua Dewan KEK harus berani menempatkan direksi orang-orang profesional, jangan lagi berprilaku nepotisme dengan menempatkan orang-orang sekitar kekuasaan yang pengalaman dan kemampuannya terbatas. “Hana ditupeu peuget sapeu (tidak tahu berbuat apa-apa-red) nanti,” ujar Shalahuddin Alfata.

Shalahuddin Alfata menyarankan, Pemda Aceh sebagai stakeholder saja, karena yang diinginkan bukan penguasaan KEK, tapi beroperasinya KEK dengan baik, dan masyarakat bisa menikmati dampak ekonomi dari keberadaan KEK Arun tersebut.

“Tujuannya kan untuk pertumbuhan ekonomi, jadi bukan penguasaan tapi bagaimana KEK Arun itu bisa berjalan maksimal dan memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat Aceh,” pungkas Shalahuddin Alfata.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *