KEK Arun Harus Prioritaskan SDM Daerah

0
248

LHOKSEUMAWE – Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib meminta agar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe segera dioperasikan, agar terbukanya lapangan kerja bagi sarjana putra-putra daerah.

Permintaan itu disampaikan Cek Mad dalam pertemuan dengan Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh, Papua dan Keistimewaan Yogjakarta, Minggu malam, 9 Desember 2018 di Pendopo Bupati Aceh Utara di Kota Lhokseumawe.

Cek Mad juga meminta khusus kepada Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, selaku Ketua Tim Pemantau Otsus Aceh, Papua dan Yogjakarta, agar hendaknya pemerintah pusat memberikan kekhususan bagi Aceh dalam banyak hal sesuai dengan nilai-nilai kearifan lokal yang dimiliki masyarakat Aceh.

“Termasuk misalnya dalam perekrutan pendamping desa, jangan sampai pendamping diimpor dari luar Aceh, sementara sarjana-sarjana yang ada di Aceh masih menganggur,” harap Cek Mad.

Selain itu Cek Mad berharap pembangunan KEK Arun Lhokseumawe juga hendaknya memprioritaskan lulusan-lulusan perguruan tinggi yang ada di Aceh. Pihaknya sangat komit dalam mempersiapkan SDM anak-anak Aceh demi kemajuan daerah ini pada masa mendatang.

“Saya membangun Aceh Utara ini dengan SDM, termasuk SDM bidang agama, sebab itu saya ingin dana Otsus itu juga dipakai untuk membangun dayah-dayah terpadu. Coba kita lihat dayah terpadu itu punya kurikulum bahasa Arab dan bahasa Inggris, ini sangat penting bagi anak-anak kita dalam menghadapi perkembangan ke depan,” kata Cek Mad.

Menanggapi hal tersebut, Fadli Zon mengatakan, berbagai aspirasi dan masukan yang diterima pihaknya selama melakukan kunjungan pemantauan ke Aceh Utara, akan dibawa untuk dibahas dalam rapat-rapat di DPR dengan kementerian terkait, mulai dari persoalan peralihan infrastruktur jalan milik beberapa proyek vital yang pernah beroperasi di Aceh, pembangunan landasan pacu dan fasilitas bandara Sultan Malikussaleh, hingga pembangunan jalan ke makam pahlawan nasional Cut Meutia.

Hal yang sama juga disampaikan Koordinator Tim Pemantau Otsus Aceh, H Firmandez. Anggota DPR-RI dari daerah pemilihan (dapil) Aceh 2 ini mengatakan, terkait dengan fasilitas bandara Malikussaleh, pihaknya akan meminta Kementrian Perhubungan untuk melakukan percepatan pembangunan, begitu juga dengan hal-hal lainnya.

“Apa yang kami dapatkan hari ini akan menjadi bahan evaluasi, untuk kemudian kami bahas di rapat-rapat dewan di Senayan, baik melalui FDG dengan berbagai lembaga, maupun dalam rapat-rapat dengan kementerian terkait,” kata H Firmandez.[HK]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here