,

Kejari Kawal Proses Pembangunan Terminal Bandara T Cut Ali

TAPAKTUAN – Unit Pengelola Bandar Udara T Cut Ali menjalin kerja sama dengan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Selatan untuk mengawal proses pembangunan Terminal Bandara yang berlokasi di Gampong Teupin Gajah, Kecamatan Pasie Raja.

Jalinan kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan MoU antara Kepala Kejari Aceh Selatan, Munif SH dan Kepala Bandara T Cut Ali, Sutrisno di Kantor Kejari, Tapaktuan, Kamis, 7 September 2017.

Kajari Aceh Selatan, Munif SH mengatakan, kebijakan pengawalan atau pengawasan proses pembangunan proyek terminal Bandara T Cut Ali tersebut merupakan bagian dari tindaklanjut program pemerintah pusat dengan telah terbentuknya Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah serta Pembangunan Daerah (TP4D). “Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari tindakan preventif untuk mencegah terjadinya tindak pidana korupsi dalam proses pekerjaan proyek tersebut,” kata Munif.

Langkah itu, menurut Munif, menjadi fokus pihak kejaksaan sekarang ini untuk meminimalisir semakin banyaknya para pejabat daerah atau pihak kontraktor yang terjerat kasus korupsi. “Sekarang ini kejaksaan tidak lagi berorientasi kepada penindakan, tapi lebih kepada upaya pencegahan,” tegasnya.

Sistem pengawalan yang akan dilakukan, menurut Munif, tetap mengacu kepada Perpres Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Artinya bahwa, proses pengawasan pekerjaan di lapangan tetap melibatkan pihak konsultan pengawas dan pejabat dari instansi terkait.

Sedangkan peran dari Kejari Aceh Selatan akan melakukan langkah evaluasi proses pekerjaan secara bertahap untuk mengawal pekerjaan proyek tersebut berlangsung secara tepat waktu dan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) atau spesifikasi teknis yang telah dituangkan dalam kontrak kerja.

Sementara itu, Kepala Bandara T Cut Ali, Sutrisno mengatakan, proses pembangunan terminal Bandara T Cut Ali oleh PT Alam Belangi dari Banda Aceh dengan jumlah anggaran mencapai Rp 7,3 miliar sumber APBN 2017 telah dimulai sejak tiga bulan lalu. Diperkirakan pengerjaannya akan rampung pada akhir November atau paling lambat pada awal Desember 2017.[HM]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *