Keagungan Ratu Nahrasiyah dan Ketertarikan Snouck Hurgronje

0
339

Prof Dr C Snouck Hourgronje dalam pidato pengukuhannya sebagai guru besar Rijksuniversiteit Leiden, tanggal 23 Januari 1907, sangat tertarik pada sebuah situs purbakala Kerajaan Samudera Pasai di Aceh Utara.

Ketertarikan Snouck tersebut kemudian ditungkan dalam buku Arabie en Oost-Indie, diterbitkan di Leiden tahun 1907. Situs tersebut merupakan makam Ratu Nahrasiyah. Snouck mengakui makam yang terbuat dari pualam tersebut merupakan makam yang terindah di seluruh Asia Tenggara.

Dinding-dinding makam dipenuhi dengan ukiran kaligrafi. Ukiran-ukiran kaligrafi berisi ayat-ayat Alquran menegaskan tentang keagungan orang yang bersemayam di dalamnya, Ratu Nahrasiyah, penguasa Kerajaan Samudera Pasai.

Tentang ratu ini juga ditulis oleh JP Moquette dalam buku De Grafsteenen te Pase en Grissee verge liken met dergelijke mo menten uit Hindoestan, diterbitkan dalam Tijdschrift voor Indishe Taal Land-en Volkenkunde, Deel LIV, 1921.

JP Moquette mengutip keterangan berbahasa Arab pada nisan tersebut, isinya diterjemahkan ke bahasa Inggris berbunyi:

“This is the grave of a brilliant and holy woman, a Queen respected by all and whose sins were forgiven, Nahrasiyah, daughter of Sultan Zain al Abidin son of Sultan Ahmad son of Sultan Muhammad son of Sultan al Malikussalih. From them blessing showered upon her and her sins were forgiven, who died by God’s will on Monday 17 Zulhijjag 823.”

Terjemahan kedalam bahasa Indonesia seperti di bawah ini.
“Inilah kubur yang bercahaya, yang suci, Ratu yang terhormat, almarhumah yang diampunkan dosanya, Nahrasiyah, putri Sultan Zainal Abidin putra Sultan Ahmad putra Sultan Muhammad putra Sultan Malukussaleh. Kepada mereka itu dicurahkan rahmat dan diampunkan dosanya, meninggal dunia dengan rahmat Allah pada hari Senin 17 Zulhijjah 832.”

JP Moquette kemudian menghitung, hari meninggalnya Ratu Nahrasiyah, 17 Zulhijjah 832 hijriah, bertepatan dengan 27 September 1428 masehi.

Pada makam Ratu Nahrasiyah terukir nukilan kaligrai ayat-ayat Alquran dari Surat Yasin, ayat Kursi (bagian dari surat Albaqarah), serta ayat 18 dan 19 Surat Ali Imran. Nukian-nukilan ayat-ayat suci Alquran itu berdasarkan terjemahan HB Jasin dalam Bacaan Mulia, terbitan Jambatan, Jakarat 1991 bermakna.

Ali Imran ayat 18
“Allah menyatakan, Tiada Tuhan selain Ia, yang berdiri di atas keadilan. Demikian pula malaikat dan orang berilmu [menyatakan demikian]. Tiada Tuhan selain Ia. Yang Maha Perkasa,Yang Maha Bijaksana.”

“There is nod god but He, That is the witness of Allah, His abgels, and those endued with knowledge, standing firm on justice. There is no god but He the exalted in power the wise.”

Ali Imran ayat 19.
“Sungguh, agama pada Allah adalah Islam, Dan tiada berselisih orang yang diberi Alkitab, kecuali sesudah beroleh ilmu, karena kedengkian antara sesama. Dan barang siapa ingkar ayat-ayat Allah, Sungguh Allah cepat dalam perhitungan.”

“The Religion on the side Allah is Islam, Nor did the people of the Book dissert there from except Through envy of each other, After knowledge had come to them, but if any deny the Sings of Allah, Allah is swift in calling to account.”

Pada sisi lain makam Ratu Nahrasiyah juga terukir kaligrafi dari ayat Alquran surat Albaqarah ayah 285 dan 286. Yang terjemahannya seperti di bawah ini.

Albaqarah ayah 285.
“Rasul Beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya. [Demikian pula] orang yang beriman. Masing-masing [mereka] beriman kepada Allah, malaikat-malaikat, Kitab-kitab dan Rasul-rasul-Nya. ‘Kami tidak membedakan Rasul-rasul-Nya yang satu dari yang lain’ [kata mereka]. Dan mereka berkata [pula] ‘Kami mendengar dan kami taat. Berilah kami ampun, Tuhan kami, kepadamulah kami kembali’.”

“The Messengger believeth in what hath been revealed to him from his Lord, as do the men of faith. Each one [of them] believeth in Allah, His angles, His Book, and His Messengger, ‘We make no distinction [they say] between one and another of his Messengger.’ And they say, ‘We hear, and we abbey [we seek] thy forgiveness, our Lord and to Thee is the end of all journey’.”

Albaqarah ayat 298.
“Allah tidak membebani seseorang kecuali menurut kemampuannya. Ia mendengar [pahala] dari [kebaikan] yang dilakukannya. Dan mendapat [azab] dari [kejahatan] yang dilakukannya. [Berdoalah] ‘Tuhan kami! Jangan hukum kami, jika kami lupa atau melakukan kekeliruan. Tuhan kami jangan bebani kami dengan beban [yang berat] seperti Kau bebankan atas orang sebelum kami. Jangan bebankan kepada kami beban yang tiada mampu kami memikulnya. Hapuslah dosa-dosa kami. Ampunilah kami dan rahmatilah kami, maka tolonglah kami melawan kaum kafir’.”


“On no soul doth Allah, place a burden greater than he can bear, It gets every good that it earns, and it suffers wvwry ill that it erns, [The ill of] his deeds [pray] ‘Our Lord! Condemm us not if we forget or fall into error, Our Lord lay not on us a burden greater than we have strebfht to bera. Blot out our sins and grant us forgiveness. Have mercy on us. Thou art our Protector. Grant us victory over the umbelievers’.”

Makam Ratu Nahrasiyah yang indah tersebut hampir sama dengan makam Umar ibnu Akhmad al Kazaruni di Cambay, Gujarat, India yang meninggal pada tahun 738 hijriah (1333 masehi) hampir seabad lebih awal dari meninggalnya Ratu Nahrasiyah di Samudera Pasai, Aceh Utara.

Ketika Kerajaan Samudera Pasai mengirim para ulama untuk mengislamkan pulau Jawa, pengaruh kerajaan Samudera Pasai juga terlihat di sana, makam salah satu ulama Aceh penyebar Islam ke pulau Jawa, Maulana Malik Ibrahim juga hampir sama bentuknya dengan makan Ratu Nahrasiyah.[Iskandar Norman]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here