,

Kawasan Industri Cot Batee Geulungku Harus Dikembangkan

BIREUEN – Pembangunan Kaupaten Bireuen harus dilakukan sesuai dengan potensi yang dimilik daerah tersebut. kawasan Industri di Cot Batee Geuleungku harus dikembangkan dengan baik. Perencanaan pembangunan berkelanjutan harus sesuai dengan berbagai dimensi, baik ekologo, ekonomi, sosial, teknologi, maupun dimensi sejarah dan budaya.

Hal itu disampaikan Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh di DPR RI, H Firmandez, Kamis sore, 10 Agustus 2017 usai menghadiri pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Bireuen, H Saifannur dan Muzakar A Gani di Bireuen.

Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Aceh 2 ini menilai, Bireuen sebagai daerah transit sangat potensial untuk dikembangkan sebagai kota perdagangan dan jasa. Berbagai komoditas dari dataran tinggi Gayo dan daerah sekitar kabupaten Bireuen bisa ditampung di Bireuen, sebelum diekspor ke luar negeri melalui pelabuhan Krueng Geukueh di Aceh Utara.

“Potensi pertmbakan di Bireuen juga luar biasa, ada sekitar 33.676 hektar tambak di kawasan pesisir Bireuen. Selama ini budi daya bandeng dan udang dilakukan secara konvensional, meski ada beberapa yang mulai menerapkan cara-cara intensif. Jika 50 persen saja lahan tambak itu bisa dioptimalkan, maka petani tambak di Bireuen akan sejahtera,” ungkap H Firmandez.

Selain itu lanjut H Firmandez, di bagian selatan Bireuen juga sangat potensial dikembangkan pertanian berbasis teknologi. Hasil pertanian di Bireuen harus diolah di Bireuen agar memberi nilai tambah bagi daerah.

“Contohnya sawit, agar ada nilai tambah tentu harus dibangun pabrik pengolahan sawit yang representatif, sehingga yang dijual ke luar nanti bukan lagi sawit mentahnya, tapi CPO yang berkualitas,” lanjut H Firmandez.

Untuk pembangunan industri kelapa sawit dan lainnya, H Firmandez menyarankan agar kawasan pusat industri Cot Batee Geuluengku yang pernah digagas sebelumnya, bisa diwujudkan.

“Namun untuk itu tentu butuh dana besar. Makanya, Pemerintah Kabupaten Bireuen sekarang harus giat melakukan lobi-lobi ke pusat dan menggaet investor untuk masuk. Langkah ke sana harus dipikirkan dari sekarang. Jangan gagal lagi kawasan industri Cot Batee Geuleungku itu,” harap H Firmandez.

H Firmandez yakin, jika kawaan industri Cot Batee Geuleungku bisa diwijudkan, maka akan membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar, serta menambah pendapatan asli daerah.

“Bireuen juga dikenal sebagai kota juang, banyak objek wisata sejarah yang bisa dikembangkan untuk mewujudkan Visit Bireuen 2018. Salah satunya tentu sejarah Presiden Soekarno di Bireuen. Ini juga sekaligus bisa menjadi wisata sejarah, ada edukasi dan nilai ekonomis yang muncul bila diekembangkan dengan baik. Namun objek-objek wisata yang ada harus direvitasliasi agar menarik bagi wisatawan,” pungkasnya.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *