,

Kasus Wartawan Dilarang Meliput Pelantikan Bupati Berakhir di Rumah Adat

BLANGKEJEREN – Kasus pelarangangan wartawan meliput pelantikan Bupati Gayo Lues periode 2017-2022 H Muhammad Amru dan Wakil Bupati H Said Sani diselesaikan secara adat di rumah Pintu Ruang (rumah adat) setempat.

Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Gayo Lues, Syamsul Bahri di Umah Pintu Ruang Kamis, 21 Desember 2017 mengatakan, acara penyelesaian kasus itu diawali dengan melengkan (adat gayo). Namun, melengkan yang diadakan oleh panitia MAA diawali oleh pihak wartawan, dan disana orang yang ditunjuk MAA sebagai melengkan meminta maaf kepada pihak Sekretaris dewan selaku panitia, bukan sebaliknya pihak terlapor yang meminta maaf kepada pihak pelapor.

Acara penyelesaian kasus tersebut disaksikan langsung Bupati H Muhammad Amru, Kasat Reskrim Polres Gayo Lues Iptu Eko Rendy Oktama, anggota DPRK, wartawan, dan pejabat MAA Gayo Lues.

Bupati H Muhammad Amru menjelaskan, sejak kepemimpinanya sebagai bupati sudah dua kali ada penyelesain kasus secara adat, selain kasus wartawan ini, sebelumnya juga ada kasus dugaan penghinaan suku Gayo.

“Secara pribadi kami tidak bisa mengatakan berpihak kepada panitia atau wartawan, tetapi secara pribadi kami merasa dirugikan juga karna pelantikan kami tidak diliput oleh wartawan, namun kami juga tidak bisa menyalahkan pihak panitia, sebab panitia juga harus mengetahui apakah kegiatan dilakukan secara terbuka atau tertutup,” katanya.

Yang jelas kata Bupati semua harus sepakat, perselisihan ini disudahi, bukan masalah siapa yang salah, sebab ini merupakan masalah harga diri wartawan, begitu juga dengan panitia yang mengikuti intruksi pimpinan. “Kedepan kita harus ketahui bahwa setiap kegiatan harus dipublikasikan, jangan ditutup-tutupi apapun kegiatanya,” jelasnya.

Dirinya selaku mantan wartawan juga merasa bangga dengan apa yang telah dilakukan oleh Wartawan yang telah mempertahankan haknya. “Wartawan yang benar tahu mana yang layak dipublikasikan dan mana yang tidak layak untuk dipublikasin, dan menjadi wartawan bukan mecari makanan dari persoalan, tetapi menjalankan tugas mulia,” jelasnya.[Win Porang]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *