,

Kampus IPDN Bireuen Harus Segera Diwujudkan

ipdn bireuen

BIREUEN – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Dalam Negeri diminta untuk segera merealisasikan pembangunan kampus Institute Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Kabupaten Bireuen, Aceh.

Pedirian kampus lembaga tinggi kedinasan itu dinilai penting untuk mencetak kader pemerintahan di daerah. Lulusan IPDN dibutuhkan untuk menjadi tenaga administrator dan birokrat di pemerintahan.

Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh, H Firmandez berharap, pendirian kampus IPDN di Bireuen jangan lagi hanya sebatas wacana, seperti yang pernah diwacanakan sebelumnya di Kota Sabang, namun hingga sekarang tidak jelas kelanjutannya.

“Kita berharap ini jadi, dengan adanya kampus IPDN di Bireuen, anak-anak Aceh tidak lagi harus ke luar daerah untuk belajar ilmu pemerintahan. Kita harus ciptakan generasi yang mapan di bidang birokrasi dan pemerintahan sejak dini, makanya saya mendorong agar kampus IPDN di Bireuen segera dibangun,” ujar anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Aceh 2 tersebut.

Wakil Sekretris Jenderal DPP Golkar Bidang Maritim ini melanjutkan, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf sebelumnya juga sudah menyatakan pesetujuannya terkait pembangunan kampus IPDN Bireuen, begitu juga dengan Bupati Bireuen H Saifannur.

“Intinya dari daerah sudah ada tidak ada masalah, soal lahan bisa disiapkan, kalau di Sabang tidak jadi, maka di Bireuen harus jadi. Kita ingin anak-anak kita di Aceh bisa sekolah ilmu pemerintahan di daerah, tak lagi harus ke pulau Jawa,” lanjut anggota Komisi V DPR RI yang membidangi urusan infrastruktur dan perhubungan itu.

H Firmandez melanjutkan, pembangunan kampus IPDN di Aceh sebenarnya sudah lama diwacanakan, hanya saja sampai sekarang belum terwujud. Malah, pada November 2014 lalu, Tim IPDN yang dipimpin langsung oleh rektor, bersama guru besar IPDN dan rombongan sudah melakukan peninjauan ke Kota Sabang, melihat langsung tempat yang ditawarkan oleh pemerintah Kota Sabang untuk pembagunan kampus IPDN di kota itu.

“Saya tidak paham mengapa setelah itu tidak ada tindaklanjutnya. Padahal Pemko Sabang telah menyediakan lahan seluas 100 hektar. Nah, sekarang hal yang sama jangan sampai terulang di Bireuen. Pendirian kampus IPDN Bireuen harus jadi,” tegasnya.[HK]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *