,

Kamp PT Mentalu Terancam Jadi Besi Tua

BLANGKEJEREN – Miliaran anggaran daerah telah dihabiskan untuk mendukung operasional PT Gayo Lues Mentalu Perkasa (PT GLM). Perusahaan plat merah yang sebelumnya berbadan hukum Perusahaan Daerah (PD) ini belum juga mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) negeri seribu bukit tersebut.

Pantauan wartawan, Sabtu, 30 Januari 2016, kamp perusahaan itu di kawasan jalan Blangkejeren menuju Terangun itu masih belum difungsikan. Beberapa jenis peralatan masih berada di lokasi.

“Peralatannya banyak yang sudah berkarat, tidak ada aktivitas sama sekali di kamp ini. Sekitar komplek telah ditumbuhi ilalang, ternak warga juga bebas berkeliaran di sana,” jelas Syukri salah seorang warga Blangkejeren.

Hal yang sama juga terlihat di kantor PT GLM yang berada di tanjakan kiri Jalan Kolonel M Din, Bukit Logon, Kampung Jawa, Blangkejeren. Selain ditumbuhi rumput berduri, kantor itu juga jarang dibuka oleh pengelola PT GLM yang dipercayakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gayo Lues.

“Seharusnya Pemkab Gayo Lues mengelola dengan baik PT.GLM ini, sehingga retribusinya lancar dan PAD terus meningkat, kalau seperti sekarang, selaku masyarakat patut kita pertanyakan pengelolaanya kepada Pemkab Gayo Lues,” tuturnya.

Sementara Direktur PT GLM, Marzuki sampai berita ini dilansir belum bisa dikonfirmasi. Kantor PT GLM tutup, telepon seluler Marzuki juga tidak aktif.

Berdasarkan penelusuran di laman www.blog gayo-mentalu.blogspot.co.id perusahaan ini bergerak di bidang pertanian/agrobusnis dan perdagangan, pertambagnan dan energy, jasa konstruksi dan property, jasa penyewaan dan aspal mixing plant (AMP). Perusahaan ini mulai beroperasi sejak 11 Desember 2008 setelah diresmikan oleh Bupati Ibnu Hasyim. [Win Porang]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *