,

Kala Sumur Bertasbih

Rohani kaget bukan kepalang. Perempuan berusia 58 tahun itu mendengar suara gema tasbih dan zikir di sekitar rumahnya kala subuh. Namun ia tidak tahu suara itu datang dari arah mana.

Rohani kemudian memanggil Nyak Yuliar untuk memastikannya. Tapi, perempuan berusia 65 tahun itu juga tak tahu asalnya. Kedua perempuan paruh baya itu pun semakin penasaran. “Coba Nyak cek di masjid apakah ada orang zikir,” pinta Rohani pada Nyak Yuliar.

Rumah mereka memang dekat masjid, baik masjid gampong Blang, Idi Rayeuk maupun Masjid Agung Darussalihin. Setelah dipastikan, ternyata tidak ada zikir dan tasbih di masjid, yang ada hanya suara orang mengaji menjelang shalat subuh.

Keduanya kemudian keluar rumah, mengecek ke belakang dan ke samping. Mereka ingin memastikan apakah suara zikir dan tasbih itu berasal dari rumah tetangga. Tapi keduanya kaget ketika mengetahui suara itu berasal dari dalam sumur rumahnya.

“Kami mendengar suara laa illah hailallah kemudian disusul suara orang ramai menyahut amin. Saya minta Nyak Yuliar memanggil Abu Wahab Keude Dua untuk memastikannya, dan ternyata benar suara zikir dan tasbih itu berasal dari dalam sumur,” jelas Rohani.

Rohani melanjutkan, usai memastikan itu, Abu Wahab Keude Dua berpesan padanya agar jangan terlalu ria, khawatir nanti menjadi syirik. “Usai berpesan seperti itu Abu Wahab bilang nanti siang suara itu akan terdengar lagi dari dalam sumur, dan ternyata benar, siangnya suara zikir dan tasbih terdengar lagi dari dalam sumur,” lanjut Rohani.

Pantauan teropongaceh.com, Minggu, 15 Mei 2016, warga dari berbagai gampong dalam Kecamatan Idi Rayeuk berbondong-bondong berdatangan kerumah Rohani untuk melihat langsung dan mengambil air dari sumur dengan membawa botol air mineral, maupun jiregen sebagai wadah untuk menampung air sumur tersebut.

Selain itu ada warga yang langsung cuci muka dengan air sumur tersebut sambil mengusap-usap ke dadanya dengan niat agar dilapangkan dada dan dibersihkan hatinya. Ada juga yang mengusap air sumur itu di kepalanya dengan berniat supaya tumbuh rambutnya.

Sekitar jam 13:30 WIB air sumur mulai kering, dan tadinya air sangat jernih namun setelah ribuan orang yang mengambilnya, air sumur tersebut mulai keruh. Namun warga masih terus berdatangan untuk memperoleh air sumbur tersebut. Meski air masih keruh namun warga tetap menunggu dan antri demi mendapatkannya meski hanya sebotol.[Iskandar Idi]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *