,

Kala Bupati Tersengat Irama Debus

Dentum irama genderang mengiringin atraksi debus, seorang pria memainkan mesin bor, menusuk mata bor listrik ke tubuhnya. Bupati Gayo Lues, H Ibnu Hasyim seakan tersengat dengan alunan iramanya. Ia naik ke pentas menunjukkan kebolehan bermain debus.

Antraksi debus masih menjadi tontonan yang menarik bagi khalayak ramai. Debus biasanya dilakukan oleh sekelompok orang dengan menggunakan alat genderang sembari mengumandangkan shalawat dan do’a kepada Allah SWT dengan mengunakan pengeras suara.

Biasanya saat genderang dimainkan bersamaan doa yang dilantunkan, orang-orang yang memiliki ilmu kebal akan merasa badanya panas digin hingga naik ke atas pentas untuk menyaut irama itu dengan bermain debus.

Sebelum memulai aksi menusuk senjata tajam ke bagian tubuh, biasanya pemain terlebih dahulu meminta izin kepada ketua kelompok dengan memberikan salam, barulah pisau atau pedang diangkat sembari mengikuti irama genderang yang dimainkan, setelah sesuai, aksi menusuk pisau ke perut, lidah, mengebor perut langsung dilakukan.

Seperti grup pemain Debus Desa Badak yang tampil saat acara Musrembang Kecamatan di depan kantor Camat Dabun Gelang, Senin, 6 Februari 2017. Antraksi itu masih menjadi pusat perhatian warga meskipun sudah berulang kali ditonton.

Saat acara debus berlangsung, Bupati Gayo Lues, H Ibnu Hasyim, tiba-tiba ikut naik ke pentas dan mengikuti tarian bersama pemain debus lainya, namun Grup Dabus tidak mengizinkan Bupati menggunakan senjata tajam untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Meski tidak diberikan izin, Ibnu Hasyim sempat menari-nari di atas pentas hingga tiga menit, iapun turun pentas setelah memberikan bantuan kepada grup pemain debus untuk biaya pembinaan mengigat. Ia turun karena seluruh Kepala Dinas, Badan dan Kantor berteriak agar bupati jagan bermain debus. [Win Porang]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *