,

Kakek Berstatus Duda Cabuli Anak di Bawah Umur

BLANGKEJEREN – Seorang kakek berinisial NA tega mencabuli anak tetangganya sendiri yang masih di bawah umur. Perbuatan bejat duda berusia 50 tahun itu terkuak setelah korban berinisial DL (16) terlihat berubah sikap.

Kapolres Gayo Lues AKBP Bhakti Ery Nurmansyah melalui Kasat Reskrim Iptu Rendy Oktama, Jumat, 3 Februari 2017 mengatakan, kasus dugaan pencabulan itu terkuak setelah orang tua korban menaruh curiga akibat sifat anaknya terlihat berbeda dari sebelumnya, bahkan hampir setiap hari murung dan tidak mau diganggu.

“Kakek yang diduga melakukan pencabulan itu berinisial NA warga desa Meloak Kecamatan Putri Betung, sedangkan korbanya adalah DL (16) eks pelajar, warga desa Meloak juga, NA kami amankan setelah orang tua bersama DL membuat laporan polisi Nomor : LP / 09 / II / 2017 / SPKT, Tanggal 02 Februari 2017 tentang dugaan tindak pidana kejahatan terhadap anak,” jelasnya.

Kasus itu pertama kali dilaporkan keluarga korban ke Polsek Putri Betung, setelah ditindak lanjuti, akhirnya tim dari Polres Gayo Lues ikut turun dan langsung mengamankan tersangka untuk penyelidikan lebih lanjut, dan tersangka pun diboyong ke kantor Mapolres Gayo Lues guna mempertanggung jawabkan perbuatanya.

“Kejadian dugaan pencabulanya terjadi pada hari Senin, 30 Januari 2017 sekira pukul 11:30 WIB di desa Meloak, tanggal 2 Februari dilaporkan ke Polsek, dan tanggal 2 Februari pukul 17:00 Wib langsung kita amankan tersangka,” jelas Kasat Reskrim.

Berdasarkan laporan keluarga korban kata Kasat Reskrim, kronologis kejadiannya bermula pada Senin, 30 Januari 2017 sekira pukul 11.30 WIB, NA mendatanggi rumah DL sembari mengajak untuk mengambil buah jambu di kebun tersagnka di belakang rumah korban.

Sesampainya di kebun itu, tersangka melepaskan kain sarungnya dan membentangkan di tanah untuk tempat duduk. Kakek bejat itu kemudian merayu korban hingga akhirnya korbanpun memenuhi permintaan tersangka untuk duduk di kain sarung yang telah dibentangkanya. “Tersangka meminta korban untuk duduk dan bersandar di pohon coklat, di situlah pencabulan dilakukan,” ungkapnya.

Akibat perbuatanya, kakek berstatus duda itu harus mendekam di Sel Mapolres Gayo Lues untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya. Tersangka terancam hukuman maksimal 15 tahun, minimal tiga tahun penjara, denda dari Rp 60 juta hingga 300 juta.[Win Porang]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *