,

Kadis Pariwisata Aceh Dilantik Jadi Asdep di Kemenpar

BANDA ACEH – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Reza Fahlevi dilantik sebagai Asisten Deputi (Asdep) Pengembangan Destinasi Regional II Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI, Rabu, 28 Februari 2018 di Balairung Soesilo Soedarman Gedung Sapta Pesona, Jakarta.

Prosesi pelantikan yang dipimpin langsung Menteri Pariwisata Arief Yahya ini berlangsung mulai pagi pukul 08.00 WIB hingga pukul 09.40 WIB ini, selain melantik pejabat eselon II juga sekaligus Pengangkatan Pimpinan Tinggi Madya (eselon I) di lingkungan Kemenpar.

Perjalanan karir Reza Fahlevi hingga menjadi Asdep di Kementerian Pariwisata sendiri terbilang panjang, lelaki kelahiran 22 Juli ini sempat mengabdi sebagai Lurah di Kelurahan Merduati Kota Banda Aceh pada tahun 1997. Jenjang karir Reza pun terus berlanjut hingga berada di bawah Pemerintahan Kota Banda Aceh baik di instansi Kantor Camat Baiturrahman hingga Sekretaris Daerah.

“Sempat menjadi lurah, kepala seksi, sekcam (sekretaris camat), hingga kabag umum saat dulu berada di Pemerintahan Kota Banda Aceh. Termasuk pascarehab rekon di Aceh, saya juga ikut ambil bagian di BRR NAD-Nias sebagai Deputi Bidang Ekonomi dan Usaha selama 3 tahun,” kenangnya mengingat beberapa jabatan yang pernah dijalaninya sejak 1997 hingga 2010.

Jejak karir dan jabatan Reza selama di Pemerintahan Kota Banda Aceh terus mengalami kemajuan, dimana Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banda Aceh sempat diembannya pada tahun 2010 hingga 2014 sebelum dirinya ditarik oleh Pemerintahan Aceh sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Aceh pada tahun 2014.

Lelaki yang gemar dengan olahraga pertualangan ini telah banyak memberikan kontribusi positif bagi pariwisata di Aceh sejak empat tahun belakangan, mulai dari proses rebranding Aceh, pengembangan wisata adventure, hingga dengan pengembangan kluster destinasi yang ada di sejumlah kabupaten/kota di Aceh.

“Alhamdulillah, selama empat tahun belakangan ini imej Aceh di dunia pariwisata dengan kerja sama dan dukungan semua lapisan masyarakat, Aceh berhasil memiliki branding baru Cahaya Aceh (The Light of Aceh) yang kita gagas sejak 2015 lalu dengan konsep pengembangan wisata halal Rahmatan Lil Alamin dapat berdampak ke ajang World Halal Tourism Award (WHTA) 2016,” ungkap lulusan Universitas Indonesia ini.

Kehadiran berbagai even wisata adventure dengan taraf nasional dan internasional di Aceh juga tidak lepas dari tangan dingin Reza, tidak tanggung-tanggung sentuhan promosi dan pemasaran juga giat dikomandoinya lewat media digital dengan kolaborasi pentahelix yang hasilnya juga langsung dirasakan, salah satunya keberhasilan Disbudpar Aceh terpilih sebagai Indonesia’s PR of The Year 2017 oleh MIX MarComm-SWA Media Grup untuk penghargaan kategori Owned Media sub Category Tourism Website dengan predikat “The Best Tourism Website”.

Pada tahun 2014, Reza sendiri juga sempat dinobatkan sebagai Marketeer of The Year yang diberikan langsung oleh CEO Markplus Hermawan Kertajaya atas prestasi dan dedidasikan dalam melakukan promosi pariwisata, sederetan penghargaan lainnya juga diperoleh Pemerintah Aceh melalui Disbudpar Aceh termasuk terpilihnya Aceh sebagai Destinasi Budaya Ramah Wisatawan Muslim Terbaik 2016 tingkat nasional yang kemudian disusul dengan World Best Halal Cultural Destination 2016 di tinggat internasional.[rls]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *