,

KADIN Indonesia Tegaskan Kepengurusan KADIN Aceh Tidak Ada Masalah

BANDA ACEH – Ketua Kompartemen Organisasi Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Ali Said menegaskan tidak ada masalah dengan kepengurusan KADIN Aceh. Soal Ketua Umum yang menjabat tiga periode itu merupakan kebijakan khusus karena Aceh daerah otonomi khusus (Otsus).

Penegasan itu disampaikan  Ali Said terkait adanya penyerobotan kantor KADIN Aceh oleh beberapa orang pada Jumat malam, 28 September 2018. Menurutnya, ada tiga daerah khusus yang berbeda dengan KADIN provinsi lain, yakni Aceh, Daerah Istimewa Yogjakarta, dan Papua.

“Kepengurusan Pak Firmandez di KADIN Aceh itu susah sesuai dengan aturan organisasi KADIN. Soal Musprov bisa dilaksanakan dua bulan jelang akhir masa jabatan atau dua bulan setelah akhir masa jabatan sesuai dengan aturan yang ada. Soal kepengurusan tiga periode itu karena Aceh daerah khusus, ada tiga daerah yang begitu yakni Aceh, Yogjakarta dan Papua, tapi yang baru menjalankannya hanya Aceh,” jelas Ali Said.

Ali Said menegaskan, apa yang dilakukan beberapa orang yang merongrong kepengurusan KADIN Aceh yang sah tersebut merupakan hal yang tidak benar. Soal muskab/muskot di daerah kabupaten/kota di Aceh dan musprov itu merupakan wewenang KADIN Aceh untuk melaksanakannya.

“Pada saat Musprov KADIN Aceh nanti saya juga akan datang bersama kawan-kawan dari KADIN Indonesia untuk melihat jalannya proses itu. Saya juga sudah bicara dengan orang-orang yang melakukan penyerobotan kantor KADIN Aceh itu. Saya tegaskan kepada mereka bahwa itu tindakan yang tidak benar. KADIN itu punya aturan, bukan seperti LSM atau ormas yang bisa main serobot begitu saja,” lanjut Ali Said.

Selain itu kata Ali Said, bagi pihak-pihak yang keberatan, lakukanlah dengan cara-cara yang sah dan elegan. Ikut Musprov dan berkompetisi secara sehat dan demokratis sesuai AD/ART organisasi, tidak perlu menyerobot kantor KADIN karena itu merupakan aset dan infrastuktur organisasi. “Sudahlah, coba kembali kepada semangat kebersamaan melalui musyawarah. Ikut Musprov perjuangkan di sana, semua bisa dijawab dengan cara tabayun,” himbaunya.

Sementara itu terkait adanya oknum yang bukan pengurus KADIN Aceh yang ikut pada penyerobotan kantor KADIN Aceh, Ali Said menegaskan, yang bersangkutan merupakan mantan anggota KADIN yang sudah dicoret dari keanggotaan KADIN.
“KADIN itu satu, tidak ada KADIN sebelah, kalau Faisal Oesman itu dari kubu sana, secara otomatis dia bukan bagian dari organisasi KADIN Aceh sekarang. Kita sudah coret namanya itu. Jangan merusak KADIN, tabayunlah, bersatu untuk kebersamaan, kita cari ibadah di sini,” pungkasnya.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *