,

KADIN Aceh dan BEI Sosialisasi Go Public

BANDA ACEH – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Aceh bersama Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 24 Noveber 2016 menggelar sosialisasi go public di Sulthan Hotel, Banda Aceh.

Ketua Umum KADIN Aceh, H Firmandez dalam sambutannya menjelaskan, ada sekitar 3.000 perusahaan yang berada di bawah naungan KADIN Aceh. Sosialisasi go public tersebut sangat bermanfaat bagi perusahaan-perusahaan di Aceh yang ingin masuk pasar modal dengan menjadi emiten di bursa saham.

“KADIN Aceh menyambut baik dan mengapresiasikan acara ini. Ini sangat bermanfaat bagi pengusaha-pengusaha di Aceh yang ingin menjadi emiten di Bursa Efek Indonesia,” jelas H Firmandez.

Anggota DPR RI asal Aceh ini melanjutkan, selama ini perkembangan dunia usaha di Aceh semakin maju. Ini bisa dilihat dari makin baiknya pembangunan berbagai inftrastruktur, tumbuhnya perusahaan-perusahaan baru, serta masuknya berbagai investasi ke Aceh.

“Mudah-mudahan berbagai investasi besar akan terus mengalir ke Aceh. Pembangunan di Aceh semakin meningkat, meski masih perlu ditingkatkan lagi, karena pembangunan di Aceh sempat tersendat akibat konflik. Kita juga berharap, masuknya berbagai investasi ke Aceh bisa membuka lapangan kerja baru, menurunkan angka pengangguran, serta mengentaskan kemiskinan, ” lanjut Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh tersebut.

H Firmandez melanjutkan, berkembangnya dunia usaha di Aceh juga berdampak pada kebutuhan modal. Bila selama ini para pengusaha lebih memilik kredit atau pembiayaan dari bank untuk pengembangan usaha, ke depan diharapkan para pengusaha di Aceh bisa masuk ke pasar modal.

“Perusahaan yang memanfaatkan pasar modal di Aceh masih terbatas. Padahal penting bagi perusahaan-perusahaan di Aceh untuk go public. Perlu ditumbuhkan kesadaran untuk masuk pasar modal,” tegasnya.

H Firmandez menambahkan, dengan masuk pasar modal berarati suatu perusahaan telah memutuskan untuk menjual sahamnya kepada public dan siap untuk dinilai oleh public secara terbuka. “Begitu menjadi emiten di pasar modal, maka banyak manfaat yang akan diperoleh oleh perusahaan,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Hadi Sudarso perwakilan dari BEJ menjelaskan, keuntungan-keuntungan yang akan diperoleh perusahaan jika menjadi emiten di pasar modal adalah, mampu melakukan peningkatan likuiditas perusahaan, memberi keselamatan untuk melakukan diversifikasi, memberi pengaruh pada nilai perusahaan, memberikan kesempatan bagi public untuk dapat menilai perusahaan sedara lebih transparan.

Sosialisasi go public tersebut juga dihadiri Perwakilan BEI Aceh Tasrif, Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Aceh Drs Syamsunan Mahmud, Kepala badan Investasi Aceh Iskandar Zulkarnain, mantan Dirut Bank Aceh Aminulah Usman, wakil walikota (non aktif) Banda Aceh Drs Zainal Arifin, serta puluhan pengusaha. [HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *