Kader Golkar Pertanyakan Netralitas TM Nurlif

0
504

LHOKSEUMAWE – Sikap Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Golkar Aceh, TM Nurlif mulai dipertanyakan oleh sejumlah kader Golkar di daerah. TM Nurlif dinilai telah menciptakan blok-blok calon anggota legislatif (Caleg) di tubuh Golkar dalam urusan Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 ini.

Hal itu diungkapkan kader Golkar Kota Lhokseumawe, Kasmadi, Selasa, 12 Maret 2019. Mantan Sekretaris Golkar DPD II Lhokseumawe ini mengungkapkan, dalam kampanye Pileg 2019, TM Nurlif hanya menjadi juru kampanye caleg tertentu saja, sehingga netralitasnya dipertanyakan.

“Sikap seperti ini kami khawatirkan akan terjadi keretakan sesama caleg, yang akan berimbas pada perolehan suara Golkar pada Pileg 17 April 2019 nantinya. Saya sebagai kader Golkar mengharap pimpinan bisa bersikap netral terhadap semua caleg, khususnya caleg DPR RI, karena selama ini saya melihat Ketua DPD I Golkar hanya menjadi juru kampanye salah satu caleg DPR RI dan dan salah satu caleg DPRA saja,” ungkap Kasmadi.

Selain itu kata Kasmadi, Ketua DPD I Golkar Aceh, TM Nurlif saat Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Lhokseumawe juga menjalankan politik nepotisme, dengan memihak salah satu calon yang merupakan kerabat dekatnya. “Sikap seperti itu telah berimbas pada kegiatan partai saat ini yang tidak terurus,” jelas Kasmadi.

Masih menurut Kasmadi, dalam kampanye Pileg 2019 ini, TM Nurlif juga kesannya seperti membenturkan antara caleg incumbent dengan caleg-caleg baru dalam hal kerja sama kampanye. Kerja sama dan kolaborasi caleg diarahkan sesuai kehendak dan kepentingan kelompok tertentu saja.

Begitu juga dengan kerja sama caleg DPR RI dengan caleg DPRA dan DPRK, yang seharusnya bisa berkerja sama untuk mendulang suara, malah dibenturkan dengan cara melarang caleg bekerja sama dengan caleg tertentu, sebaliknya mengarahkan caleg lain untuk mendukung caleg tertentu yang didukungnya.

“Sikap-sikap seperti ini akan membuat suara Golkar tergerus. Caleg bukan diarahkan untuk bekerja sama, tapi malah dibenturkan sesuai keingin dan selera pimpinan. Semua caleg di lapangan seharusnya bisa bekerja sama untuk kerja-kerja pemenangan demi kejayaan Golkar,” pungkasnya.[HK]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here