,

Jangan Benturkan Bupati dengan Abuya Amran Waly

LABUHANHAJI – Mantan anggota DPRK Aceh Selatan, Azmir meminta LSM Formak tidak membenturkan Bupati Aceh Selatan dengan Abuya Amran Waly Al Khalidy terkait penanganan musibah erosi sungai di Desa Pawoh, Labuhanhaji.

Azmir meminta jangan ada pihak yang mengeksploitasi bencana alam tersebut untuk kepentingan politik pihak tertentu dengan cara menghancurkan kredibilitas dan popularitas Bupati Aceh Selatan HT Sama Indra di mata masyarakat.

“Bupati Aceh Selatan sangat menghormati dan mengagumi sosok Abuya Amran Waly. Hubungan keduanya cukup dekat, karena itu saya minta kepada pihak tertentu jangan membenturkan Bupati Sama Indra dengan Abuya Amran Waly terkait musibah bencana alam erosi sungai yang terjadi beberapa waktu lalu,” kata Azmir, Kamis, 19 Mei 2016.

Azmir mengaku bahwa pihaknya langsung dihubungi oleh Bupati Aceh Selatan HT Sama Indra dari Jakarta pada Minggu malam, 15 Mei 2016 sesaat setelah terjadi bencana alam banjir di wilayah Labuhanhaji yang mengakibatkan kembali terjadinya erosi sungai di Desa Pawoh.

Menurut Azmir, Bupati Aceh Selatan berada di Jakarta bukan untuk main-main tapi demi untuk keperluan dinas serta kepentingan melobi anggaran ke Pusat, sehingga secara kebetulan saja beliau tidak bisa meninjau langsung bencana alam tersebut.

“Setelah menerima perintah tersebut, saya bersama salah seorang warga Labuhanhaji bernama Khadafy, langsung mengerahkan satu unit alat berat (beco) dan beberapa truck interculer yang merupakan milik saya sendiri ke Desa Pawoh. Sementara Khadafy bertugas menangani material batu gajah,” ungkap Azmir.

Dari kronologis fakta tersebut maka Azmir memastikan bahwa tidak benar tudingan yang menyebutkan Bupati Aceh Selatan tidak peka dan kurang tanggap merespon bencana alam erosi sungai di Desa Pawoh. Sebab fakta yang terjadi sebenarnya dilapangan, langkah penanganan tanggap darurat yang langsung terealisasi dengan sangat cepat tersebut justru muncul atas dasar perintah dari Bupati Aceh Selatan.

“Atas dasar fakta inilah kami merasa sangat keberatan atas tudingan saudara Ali Zamzami yang menyebutkan Pemkab Aceh Selatan tidak peka dan kurang tanggap merespon bencana alam erosi sungai Desa Pawoh,” tegasnya.

Azmir juga meluruskan informasi terkait penggalangan dana yang dilakukan masyarakat setempat sebesar Rp 100.000/rumah untuk menanggulangi bencana alam tersebut. Azmir menegaskan bahwa sejak langkah penanganan dilakukan pihaknya mulai hari Senin, 16 Mei 2016 hingga saat ini, belum sepeserpun uang dari masyarakat diterima pihaknya.

Memang Azmir mengakui bahwa pada Selasa, 17 Mei 2016 pihaknya telah menjumpai Abuya Amran Waly di Pondok Pesantren Darul Ihsan Desa Pawoh. Dalam pertemuan itu, Abuya Amran Waly turut menyerahkan uang sebesar Rp 4 juta yang katanya hasil penggalangan atau sumbangan dana dari masyarakat setempat. Namun uang tersebut ditolak oleh Azmir karena pihaknya masih sanggup menanggulangi bencana alam tersebut.

“Jadi sekali lagi saya tegaskan bahwa langkah penanggulangan bencana alam erosi sungai di Desa Pawoh tersebut sama sekali tidak menggunakan uang masyarakat. Atas perintah bapak Bupati, kami sanggup menanggulangi bencana alam ini, dengan mengerahkan seluruh kemampuan yang kami miliki, Insyaallah untuk penanganan tanggap darurat mampu kami laksanakan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Azmir kembali memastikan bahwa Pemkab Aceh Selatan tetap berkomitmen akan melakukan penanggulangan secara permanen erosi sungai Desa Pawoh pada tahun 2016 ini. Namun karena keterbatasan anggaran daerah sumber APBK, ujar Azmir, maka Pemkab Aceh Selatan terpaksa harus bekerja ekstra keras mengupayakan melobi anggaran ke Pusat.

Hasil konfirmasi terakhir pihaknya dengan Pemkab Aceh Selatan, sambung Azmir, terkait kebutuhan anggaran penanggulangan erosi sungai Desa Pawoh serta beberapa titik lainnya di Aceh Selatan telah diusulkan ke Pemerintah Pusat melalui BNPB, dimana pihak BNPB telah memastikan akan menampung usulan tersebut tahun 2016 ini.[HM]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *