,

Jamuan Rakyat di Tengah Belantara

BLANGKEJEREN – Satu ekor kerbau disembelih di tengah belantara Lesten, desa paling terisolir di Kecamatan Pining, Gayo Lues. sebagai warga pedalaman, mereka berhajat menjamu tetamu yang datang dari kota. Apa lagi yang datang pada Sabtu, 8 Oktober 2016 itu adalah orang nomor satu di negeri seribu bukit tersebut.

Ya, Bupati Gayo Lues, H Ibnu Hasyim bersama para kepada dinas, kantor, badan dan lembaga, secara khusus datang dan menginap satu malam di Lesten. Kehadiran mereka ke sana terkait upaya relokasi seluruh masyarakat Lesten ke daerah pemukiman baru, karena Lesten masuk dalam wilayah rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Mega proyek ini akan mulai dibangun pada pertengahan tahun 2017 oleh sebuah perusahaan asal Hongkong.

Bukan perkara mudah menuju Lesten, jalan ke daerah terpencil itu belum sepenuhnya dibangun, baru sebagian jalan yang dilakukan pengerasan, sebagiannya lagi sedang dibuka. Malah sebelum jalan dibuka dan dilakukan pengerasan oleh pemerintah setempat, warga Lesten harus menggunakan onder, sejenis traktor bajak kebun sebagai alat transportasi. Karena hanya kenderaan itu satu-satunya yang mampu melewati medan yang terjal dan kadang berlumpur.

Sampai di Lesten, rombongan Bupati dijamu makan siang. Suasana penuh asri membuat keletihan sepanjang jalan hilang seketika. Para pejabat bersama masyarakat Lesten sama-sama menikmati kenduri itu. Satu ekor kerbau yang dipotong warga sebagai lauk penyambut tamu ludes.

Kepada warga Lesten Ibnu Hasyim menjelaskan bahwa mereka akan direlokasi ke tempat yang lebih layak. Relokasi pemukiman itu juga disertai pembanunan berbagai fasilitas yang memadai, setiap Kepala Keluarga (KK) akan dibangun satu rumah, serta diberikan kebun, fasilitas lainnya seperti sekolah dan tempat ibadah juga dibangun.

Daerah yang ditempati warga sekarang akan menjadi lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang saat ini sedang dalam pengurusan izin pinjam pakai kpada pemerintah pusat. “Setelah surat izin dikeluarkan barulah dimulai relokasi perumahan penduduk,” jelas Ibnu Hasyim.[Win Porang]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *