Jamaah Masjid Penampaan Tewas Ditikam Usai Shalat

0
408

BLANGKEJEREN – Masyarakat desa Penampaan Toa, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues dihebohkan dengan penikaman seorang jamaah masjid hingga meninggal dunia, Minggu sore, 23 Juni 2019 sekitar pukul 16:15 WIB. Penikaman terjadi setelah pelaku dan korban sama-sama mengikuti shalat asar berjamaah di masjid Asal Penampaan.

Kapolres Gayo Lues AKBP Eka Surahman melalui Kasat Reskrim Iptu Abdullah Hamid Minggu malam, 23 Juni 2019 mengatakan, tersangka penikaman di Penampaan Toa bernama Selamat (30) warga desa Penampaan, sedangkan korban bernama Suadir (55) juga warga desa Penampaan yang bersetatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Usai melaksanakan shalat, pelaku keluar duluan diikuti oleh korban hingga ke luar masjid, dan di luar masjid itulah terjadi penganiayaan hingga menyebabkan korban meninggal dunia,” jelasnya.

Dari hasil penyelidikan dan keterangan saksi, tersangka yang duluan keluar masjid dikatakan gila oleh korban, dan ucapan gila itu rupanya didegar oleh tersangka hingga ia berbalik badan sembari mengambil sebilah pisah yang terselip di pinggangnya.

“Pertama korban ditikam di bagian ulu hati, tikaman kedua di bagian kepala sebelah kiri, tikaman selanjutnya di bagian punggung belakang, tikaman selanjutnya di bagian dada sebelah kiri, setelah itu tiga kali ditikam di tangan kiri korban secara beruntun,” jelasnya.

Warga yang melihat kejadian itupun langsung melerai dan memegangi tersangka, namun tersangka seperti kerasukan hingga akhirnya wargapun ikut memukulnya. Sementara korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Gayo Lues, tapi sayang nyawanya tak bisa diselamatkan lagi.

“Tersangka langsung kita jemput ke tempat kejadian, ia sudah diamankan warga di sana usai menganiaya korban, dan saat ini sudah kita amankan untuk proses selanjutnya, ini kasus penganiayaan hingga menyebabkan nyawa seseorang menghilang,” pungkasnya.[Win Porang]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here