,

Jamaah Haji Indonesia Sulit Berkomunikasi dengan Dokter

TEROPONGACEH.COM | MEKKAH – Jamaah haji asal Indonesia masih mengalami kendala dalam hal komunikasi dengan dokter di Madinah karena perbedaan bahasa dan kultur. Hal itu merupakan salah satu temuan tim Komisi VIII DPR-RI yang melakukan kunjungan kerja ke Arab Saudi dalam rangka pengawasan pelaksanaan ibadah haji.

Anggota Komisi VIII, H Firmandez mengungkapkan, kendala itu dijumpai saat tim melakukan peninjauan ke Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Madinah yang berfungsi sebagai rumah sakit darurat untuk menangani pasien/jamaah haji yang sakit.

“BPHI Madinah merupakan rumah sakit untuk penanganan awal terutama pasien gawat darurat sebelum dirujuk ke rumah sakit terdekat di Arab Saudi. Di BPHI Madinah terdapat dua orang dokter yang menangani setiap sektor dan dua tenaga kesehatan di setiap kloter,” jelas politisi Golkar tersebut.

Sementara jumlah jamaah haji asal Indonesia yang meninggal di Arab Saudi tahun ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Jamaah yang wafat rata-rata berusia di atas 60 tahun.

“Di Pemondokan Madinah jamaah kesulitan mendapat makanan tambahan (jajanan-red), di kloter 3 kami menemukan ada 45 kotak makanan tidak ada isinya alias kosong,” ungkap H Firmandez. [HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *