,

Jamaah Haji Dihimbau Menjadi Peserta BPJS

JAKARTA – Seluruh jamaah haji disarankan menjadi peserta Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS), karena seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) harus tercover dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Selama ini masih ada jamaah haji yang dirawat di rumah sakit embarkasi debarkasi tapi tidak memiliki JKN. Semua jamaah haji harus memiliki kartu BPJS agar memperoleh jaminan pelayanan kesehatan.

Himbauan tersebut disampaikan anggota Komisi VIII DPR RI asal Aceh, H Firmandez. Komisi ini membidangi urusan sosial dan keagamaan, terutama masalah penyelengaraan haji.

H Firmandez mengungkapkan, Kementerian Kesehatan, BPJS dan Kementerian Agama, sudah melakukan koordinasi terkait hal tersebut sejak 2016, namun sampai saat ini belum semua jamaah haji yang memiliki kartu BPJS. Padahal UU nomor 40 tahun 2004 tentang SJSN dan UU nomor 24 tahun 2011 tentang BPJS mewajibkan semua WNI dan WNA yang tinggal di Indonesia masuk dalam sistem JKN.

“Faktanya saat ini masih ada jamaah haji yang tidak memiliki kartu BPJS. Ini akan memberatkan jamaah haji jika dirawat di rumah sakit. Sementara Permenkes Nomor 62 tahun 2016 juga menyarankan agar semua jamaah haji masuk dalam JKN,” jelas politisi Golkar dari Daerah Pemilihan (Dapil) Aceh 2 tersebut.

H Firmandez menegaskan, keikutsertaan jamaah haji dalam BPJS sangat penting, karena sebagian besar jamaah tidak tercover melalui PBI yang dibiayai oleh negara. Apalagi jamaah haji adalah masyarakat yang tidak tergolong sebagai penduduk miskin.

“Jadi kita himbau agar setiap jamaah menjadi peserta JKN BPJS. Karena ini bukan hanya untuk selama peyelenggaraan haji saja. Nanti meski mereka sudah kembali ke tanah air akan bisa terus mendapat pelayanan kesehatan,” pungkas H Firmandez.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *