,

Izin dari Rutan, Napi Geranyai Istri Teman

BLANGKEJEREN – Seorang narapidana Rumah Tahanan (Rutan) Blangkejeren mencoba memperkosa istri temannya sendiri di siang bolong saat keadaan rumah sedang sepi, saat temannya yang merupakan suami dari korban sedang tidak berada di rumah.

Wakapolres Gayo Lues Kompol Suprapto yang didampingi Kasat Reskrim AKP Mahfud, Rabu, 25 Mei 2016 mengungkapkan, SR (21) warga Gele, Blangkejeren melaporkan AI (26) warga Raklunung yang melakukan pelecehan seksual terhadapnya.

“Kejadiannya pada Sabtu, 7 Mei 2016 lalu. Saat itu AI yang merupakan Napi Rutan Blangkejeren meminta izin kepada petugas jaga regu B untuk pulang mengambil makanan dan baju, kemudian diizinkan, dan langsung menuju rumahnya di Raklunung,” katanya.

AI merupakan napi kasus pencurian yang divonis hakim 3 tahun penjara. Ia baru menjalani 11 bulan 16 hari kurangan di Rutan Blangkejeren. Sesampainya di rumah, AI langsung meminjam sepeda motor ayahnya beserta satu helm warna merah dengan alasan hendak meminjam uang kepada pamannya, setelah sampai kerumah pamanya di seputaran Raklunung, AI tidak diberikan pinjaman, akan tetapi AI disuruh mencari ayam dan menjual kepadanya.

AI pun mencoba mencari ayam ke seputaran Kecamatan Blangpegayon, lagi-lagi ayam yang dicarinya tidak ditemukan, sehingga sepeda motornya kembali diputar menuju dusun Gele Lah. “Saat di perjalanan, tersangka teringat ada rumah saudaranya yang berinisial CAK di jalan tersebut,” jelasnya.

Sesampainya di rumah CAK, AI mencoba mengetuk pintu rumah saudaranya itu, ternyata yang membukakan pintu adalah SR yang merupakan istri saudaranya tersebut, dan SR pun langsung mengatakan bahwa suaminya sedang tidak berada di rumah.

Mendegar penjelasan itu, AI tidak kehabisan akal, iapun mencoba meminjam telepon genggam SR dengan alasan untuk menghubungi CAK, lagi-lagi SR mengatakan bahwa suaminya tidak membawa HP saat keluar tadi, dan bersikeras tidak mau memberikan HP karena takut dibawa lari tersangka.

“Saat itulah AI memaksa mengambil telepon selular SR dengan cara menarik tangan kanan korban menggunakan tangan kirinya, saat itu timbul niat dari TSK untuk melakukan pelecehan seksual terhadap korban SR,” terangnya.

Setelah berada di dalam rumah tepatnya di ruang tamu, AI yang masih memegang tangan korban langsung memeluk dan mencoba mencumbui korban sebanyak dua kali, tetapi korban selalu mengelak dan melawan. Kejadian itu membuat korban SR berteriak sembari meronta kuat, namun AI tidak memperdulikannya dan tetap mencoba memuluskan aksinya.

“Kemudian tersangka membuka celananya dan ini meraba (maaf) payudara korban. AI tetap mencoba lagi sembari memegang tangan korban dan diarahkan untuk memegang kemaluannya, korban pun kembali meronta kuat dan berhasil kabur lewat pintu belakang. Saat itu korban minta tolong,” ungkap Suprapto.

Saat kejadian pertama, korban tidak melaporkan kepada pihak kepolisian karena AI yang selama ini dianggap sebagai saudara suaminya. Lalu pada Kamis, 19 Mei 2016 sekitar pukul 13:00 WIB, tersangka AI kembali berusaha menjumpai korban sembari melihat situasi. Saat melajukan kendaraan yang dipinjam dari ayahnya, korban SR melihat TSK dan melaporkan kepada suaminya CAK.

“Kemudian CAK ini langsung mengejar, dan berhasil menangkap TSK ini di desa Penampaan tepatnya di simpang Porang, kemudian diserahkan kepada Kepala Desa, dan selanjutnya diserahkan ke Polsek dan Polres Gayo Lues,” jelas Wakapolres. [Win Porang]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *