Isu Akan Terjadi Gempa dan Tsunami, Ribuan Warga Trumon Raya Mengungsi

0
169

TAPAKTUAN – Ribuan masyarakat yang bermukim di pesisir pantai wilayah Trumon Raya, Aceh Selatan sempat mengalami kepanikan luar biasa sehingga harus mengungsi pada Minggu malam, 30 Desemebr 2018 sekitar pukul 23.00 WIB, karena terpengaruh isu bakal terjadi gempa dan tsunami.

Warga yang panik mengungsi berasar dari beberapa desa seperti dari Gampong Keude Trumon dan Bakongan Raya seperti Gampong Seubadeh, Seulekat, Ujong Mangki, Ujong Pulo Rayeuk dan Keude Bakongan. Keresahan masyarakat setempat baru mereda setelah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan turun tangan menjelaskan bahwa isu yang santer beredar tersebut tidak benar alias hoax.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Selatan, Cut Syazalisma mengungkapkan, karena isu tersebut sempat terjadi kepanikan luar biasa dalam masyarakat. Ribuan masyarakat yang bermukim disepanjang pesisir pantai telah mulai mengungsi ke wilayah lebih tinggi.

“Informasi itu awalnya beredar di media sosial, kemudian diumumkan pula oleh Imum Chik Gampong Keude Trumon seusai shalat isya di masjid. Sehingga beberapa saat kemudian masyarakat setempat mulai panik, warga mulai berbondong-bondong keluar dari rumah untuk terus menjauh dari bibir pantai,” kata Cut Syazalisma.

Setelah pihaknya menerima informasi dari Pos BPBD Kecamatan Trumon bahwa telah ada warga yang mengungsi, Kalak BPBD Aceh Selatan Cut Syazalisman langsung memerintahkan petugas Pos BPBD untuk segera berkoordinasi dengan pihak Muspika setempat untuk menetralisir kembali situasi.

“Kita minta agar mencari sumber informasi yang menyampaikan pertama yaitu Imum Chik Gampong Keude Trumon. Lalu yang bersangkutan kita minta agar mengklarifikasi kembali informasi itu bahwa isu tersebut tidak benar alias hoax,” ungkapnya.

Akhirnya pada Senin dini hari, 31 Desember 2018 sekitar pukul 01.00 WIB masyarakat sudah bisa ditenangkan dan secara berangsur-angsur warga kembali lagi ke rumahnya masing-masing.

Karena itu belajar dari kejadian ini, BPBD Aceh Selatan mengharapkan kepada masyarakat setempat agar betul-betul selektif dalam mencerna informasi yang diperoleh. Setiap informasi, hendaknya dilakukan cros cek untuk mencari kebenarannya yang pasti sebelum disebar-luaskan kepada masyarakat ramai.

“Kami menyesalkan informasi yang belum jelas kebenarannya itu langsung diumumkan kepada khalayak ramai. Seharusnya, kami atas nama BPBD yang bertanggungjawab terhadap persoalan bencana di daerah, dihubungi lebih dulu untuk mempertanyakan kebenaran persoalan yang sangat sensitif bagi masyarakat tersebut,” sesal Cut Syazalisma.

Cut Syazalisma juga meluruskan terkait sekarang ini list data nama-nama desa yang berpotensi bakal terjadi tsunami sudah sangat viral ditengah-tengah masyarakat. Pihaknya sudah mengkonfirmasi langsung ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat di Jakarta.

Pihak BNPB, sudah membenarkan bahwa list data-data itu mereka yang keluarkan, tapi data itu belum resmi karena masih butuh kajian dan penyempurnaan ulang. “Data itu sebenarnya butuh penjelasan-penjelasan, itu adalah kategori ancaman resiko terhadap tsunami, bukan akan terjadi tsunami,” jelasnya.[HM]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here