,

Irmawan Diminta Perjuangkan Alabas di DPR

BLANGKEJEREN – Anggota DPR RI asal Aceh, Irmawan S.Sos diminta untuk memperjuangkan pemekaran pemekaran provinsi Aceh Leuser Antara dan Barat Selatan (Alabas) dari Provinsi Aceh.

Permintaan itu disampaikan Sekretaris Forum Komunikasi Pemuda Alabas, Elfitra Hariadi, Selasa, 1 Maret 2016 di Gayo Lues. Ia juga menyayangkan pernyataan politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu yang menyampaikan fakta bahwa pemerintah pusat menunda pemekaran daerah otonom baru.

“Saya menyayangkan pernyataan Irmawan selaku anggota DPR RI jika benar mengatakan jangan rakyat dibohongi, kalau memang seandainya Alabas tidak bisa dimekarkan, seharusnya dia berjuang habis-habisan agar disetujui pemerintah pusat,” kata Elfitra.

Fitra mengharapkan, Irmawan selaku anggota DPR RI yang membidangi komisi Dua harus bisa memperjuangkan pemekaran Alabar dari Provinsi Aceh, sehingga harapan masyarakat yang telah lama diperjuangkan ini bisa segera terwujud.

“Berkas Provinsi Alabas sudah masuk ke dalam Daerah Otonomi Baru (DOB) yang jumlahnya mencapai 159 daerah, bukan tidak mungkin Aceh dibagi dua jika diperjuangkan Irmawan selaku anggota DPR RI bersama rekan-rekanya,” ujarnya.

Dilanjutkan Fitra, masyarakat Gayo saat ini butuh pemekaran provinsi, bukan sosialisasi empat pilar wawasan kebangsaan. Di sisi lain, akibat pernyataan Irmawan saat acara sosialisasi yang dipublikasikan awak media menimbulkan kontroversi karena membuat pernyataan yang berbeda dengan politisi Gayo lainnya di pusat, meski pun Irmawan menyampaikan kondisi yang sebenarkan terkait pemekaran Alabas.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Irmawan meminta masyarakat Gayo Lues untuk tidak terpengaruh dengan isu pemekaran provinsi Aceh Leuser Antara dan Barat Selatan (Alabas). Pasalnya pemerintah pusat sudah menyatakan tidak ada pemekaran daerah baru.

Hal itu disampaikan politisi Partai Kebangkita Bangsa (PKB) tersebut saat sosialisasi empat pilar kebangsaan di Blangkejeren, Gayo Lues, Sabtu, 27 Februari 2016. Ia menjelaskan bahwa Wakil Presiden Jusuf Kala dan Menteri Dalam Negeri sudah mengumumkan tidak ada pemekaran daerah baru. Pemerintah tak punya dana untuk itu, anggaran negara belum stabil.

“Saya tidak mau warga saya dibohongi, saya tidak mempunyai kepentingan apapun, jadi akan saya sampaikan kondisi yang ril di lapangan. Ada 159 daerah yang masuk dalam usulan Daerah Otonomi Baru (DOB) yang direncanakan akan dimekarkan, dan akan dimasukan ke dalam grand design yang termasuk di dalamnya adalah Aceh Leuser Antara. Kami dari Komisi II DPR RI telah berulang kali bertemu dengan Mendagri, namun Mendagri mengatakan pemekaran tidak bisa sama lagi. Dulu saja yang sudah dimekarkan banyak menimbulkan kerugian negara,” ungkapnya.[Win Porang]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *