,

Irigasi Mulo Telpi Jebol Petani Terancam Gagal Panen

BLANGKEJEREN – Petani di dusun Mulo Telpi, Penampaan,Blangkejeren, terancam gagal panen akibat jebolnya irigasi. Padi yang baru berusia dua bulan mengalami kekeringan, areal sawah jadi retak-retak.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gayo Lues Noval, Selasa, 5 April 2016 menjelaskan, petani setempat sudah membuat laporan kepada pemerintah untuk ditangani. “Sekarang kami sedang dilokasi untuk melihat langsung, ternyata sangat parah, tanahnya mulai retak-retak akibat tidak ada air, sedangkan hujan tidak sampai ke persawahan mereka meskipun di sebagian daerah Gayo Lues sedang musim hujan,” katanya.

Biasanya, air yang dipasok ke persawahan warga kata Noval dari irigasi desa Cempa, namun setelah ambruk dihantam air sungai beberapa waktu yang lalu, sawah warga mengalami kekeringan karena tidak bisa dilakukan perbaikan lagi.

“Total sawah disini ada 17 hektar yang kering, selama ini para petani hanya mengharapkan air hujan sebagai air sawah mereka, namun karena kemaru diwilayah persawahan warga, airnya tidak ada, dan warga mengeluh,” ujarnya.

Untuk mengurangi kekhawatiran petani gagal panen, Noval menyiapkan dua unit pompa air untuk disedot dari sungai, kemudian dialirkan ke persawahan warga.

“Hari ini langsung kita mulai penyedotan, mudah-mudahan padi warga tidak gagal panen, dan mesin pompa air ini akan terus kita posisikan di lokasi persawahan warga selama musim kemarau, sekarang sudah tidak ada masalah lagi,” jelasnya.[Win Porang]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *