,

Irigasi Alur Duamas Tidak Berfungsi, Masyarakat Kecewa

TAPAKTUAN – Masyarakat beberapa gampong dalam Kecamatan Kota Bahagia, Aceh Selatan mengaku kecewa dengan realisasi pekerjaan proyek pembangunan irigasi di Gampong Alur Duamas.

Infrastruktur yang dibangun menggunakan anggaran daerah mencapai miliaran rupiah tersebut terlihat mubazir, karena tidak bisa difungsikan oleh masyarakat. Irigasi itu dibangun dengan anggaran dari APBK Aceh Selatan tahun 2015 yang mencapai Rp 3 miliar. Namun kini irigasi tersebut terlihat sudah patah.

Abduh Sani warga setempat, Rabu, 22 Maret 2017 memperkirakan, kerusakan pintu bendungan irigasi tersebut diperkirakan akibat perencanaan awal dalam pembangunan proyek tersebut oleh pihak Dinas Sumber Daya Air Aceh Selatan terkesan tidak matang.

“Bukti perencanaan proyek tersebut terkesan kurang matang terlihat dari penyusunan batu gajah melintangi badan sungai. Sementara kondisi muara sungai sangat dangkal, sehingga ketika debit air sungai meluap secara otomatis pantulannya menerjang bendungan pintu air di sisi kanan sungai,” kata Abduh Sani.

Abduh Sani juga mengkritisi pembangunan proyek pintu pengontrol debit air irigasi sumber dana APBK Aceh Selatan tahun 2016 mencapai miliaran rupiah yang dibangun di sisi kiri sungai.

Soalnya, keberadaan proyek tersebut justru dibangun di atas daratan tanpa suplai air bukan berada dalam sungai, sehingga terkesan sia sia atau mubazir. “Kami heran melihat proyek tersebut, kenapa dibangun secara terpisah dengan muara sungai?” tanyanya.

Masih menurut Abduh Sani, pasca diterjang banjir bandang beberapa waktu lalu yang mengakibatkan bendungan pintu irigasi patah, telah mengakibatkan suplai air dari sungai Alur Duamas terganggu.

“Kondisi terganggunya pasokan air ke lahan persawahan warga sudah lama pasca pintu bendungan irigasi patah diterjang banjir, namun sayangnya sampai saat ini belum diperbaiki oleh pihak terkait. Karena itu, kami berharap agar fasilitas infrastruktur yang sudah rusak tersebut segera diperbaiki kembali sehingga suplai air ke lahan persawahan warga kembali normal,” pintanya.

Sementara itu, mantan kepala bidang pengairan pada Dinas Sumber Daya Air Aceh Selatan, Adi, yang dikonfirmasi wartawan mengaku bahwa pembangunan proyek tersebut telah berlangsung sebelum dia menjabat, sehingga yang bersangkutan tidak mengetahui secara persis terkait keberadaan proyek tersebut. “Kalau mengenai keberadaan proyek itu saya tidak tahu sebab sebelum saya menjabat proyek tersebut memang sudah dikerjakan,” ujarnya singkat. [Hendri Z]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Irwanto Harun

Irwanto Harun

Pemimpin Umum website http://teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *