,

Irhafa Manaf Bantah Dicopot dari Ketua PA Aceh Selatan

TAPAKTUAN – Tgk Irhafa Manaf membantah dirinya telah dicopot oleh Muzakkir Manaf dari Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) dan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Aceh (DPW PA) Aceh Selatan.

Irhafa menegaskan, Muzakir Manaf atau yang akrap disapa Mualem tidak pernah mengucapkan kata-kata pencopotan jabatan dirinya termasuk pembekuan roda organisasi Partai Aceh dan KPA Aceh Selatan. Namun dirinya mengakui bahwa, belasan kader partai dan anggota KPA Aceh Selatan telah menghadap Muzakir Manaf di Banda Aceh beberapa waktu lalu menuntut pelengseran dirinya.

“Merespon tuntutan tersebut, Mualem hanya menyatakan bahwa meminta waktu selama satu bulan ke depan untuk mengevaluasi kinerja saya selaku Ketua DPW PA dan KPA Aceh Selatan. Saat itu, tidak ada satu katapun yang terucap dari mulut Mualem telah mencopot jabatan saya dan membekukan roda organisasi DPW PA dan KPA Aceh Selatan,” tegas Tgk Irhafa Manaf.

Tgk Irhafa Manaf juga mengklarifikasi terkait ketidakhadirannya pada acara rapat (duek pakat ban sigom Aceh Selatan) yang berlangsung di Hotel Chaterin, Tapaktuan, Kamis, 28 April 2016 lalu.

Menurutnya, segelintir oknum KPA dan kader Partai Aceh di Kabupaten Aceh Selatan diduga memang sejak dari awal telah menyusun strategi khusus menyelenggarakan acara tersebut secara tertutup di luar Kantor DPW PA Aceh Selatan. Diapun sudah membaca gerakan-gerakan oknum tertentu untuk melengserkannya dari posisi Ketua DPW PA dan KPA daerah itu.

“Keputusan menggelar acara ‘duek pakat’ secara tertutup di sebuah Hotel di Tapaktuan patut kita pertanyakan. Sebab kita memiliki kantor dengan alamat yang jelas dan siap menerima kedatangan kawan-kawan setiap saat. Jika memang ingin menggelar ‘duek pakat’ kenapa tidak kita laksanakan secara resmi di kantor partai, kenapa harus sembunyi-sembunyi ditempat tertutup,” sesal Tgk Irhafa Manaf.

Irhafa Manaf mengakui bahwa pihaknya telah melaporkan secara langsung kepada Mualem terkait tudingan yang penuh kekeliruan dan cenderung menyesatkan itu. “Sudah saya laporkan secara langsung kepada Mualem dan Mualem meminta kepada saya agar tidak terpengaruh dengan isu-isu yang macam-macam. Mualem meminta agar terus bekerja semaksimal mungkin di lapangan dalam rangka memenangkan beliau sebagai bakal calon Gubernur Aceh pada Pilkada 2017 mendatang,” kata Irhafa mengutip keterangan Mualem.

Dalam kesempatan itu, sambung Irhafa, Mualem kembali menegaskan komitmennya bahwa tidak ada kebijakan pergantian Ketua DPW PA dan KPA Aceh Selatan dalam waktu dekat ini. “Tidak ada pergantian dalam waktu dekat ini. Segala sesuatunya nanti kita selesaikan setelah Pilkada Gubernur,” tegas Irhafa Manaf menirukan ucapan Mualem.

Pihaknya, kata Irhafa Manaf, sangat menyesalkan dilakukan gerakan pelengseran terhadap dirinya dari posisi jabatan Ketua DPW PA dan KPA Aceh Selatan oleh segelintir oknum kader Partai Aceh dan anggota KPA, hanya gara-gara rasa kecurigaan dan tuduhan bahwa DPW Partai Aceh Kabupaten Aceh Selatan akan mengarahkan dukungan politik kepada calon incumbent HT Sama Indra SH untuk maju kembali pada Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Aceh Selatan tahun 2018 mendatang.

“Saya dituduh akan mengarahkan dukungan politik DPW Partai Aceh kepada Bupati HT Sama Indra SH untuk maju kembali pada Pilkada 2018 mendatang. Tuduhan itu saya nilai terlalu mengada-ngada, sebab prinsip saya adalah membuka pintu selebar-lebarnya kepada semua pihak, terutama pihak dari luar anggota KPA dan kader partai. Sebab partai ini milik seluruh rakyat Aceh bukan milik segelintir oknum tertentu saja,” tegasnya.

Khusus terhadap HT Sama Indra SH yang saat ini sedang menjabat Bupati Aceh Selatan, menurut Tgk Irhafa Manaf, sudah sewajarnya jika Partai Aceh memasukkan namanya ke dalam daftar bakal calon kandidat yang akan dilirik dan diajak untuk diusung oleh Partai tersebut.

“Meskipun hal itu belum bersifat final dan mengikat, tapi kan tidak ada salahnya jika Partai Aceh terus memantau kinerja yang bersangkutan. Apalagi yang bersangkutan telah membuktikan kinerjanya kepada rakyat Aceh Selatan melalui sejumlah gebrakan pembangunan yang telah direalisasikan dilapangan,” paparnya.

Sebab, sambung Irhafa Manaf, dia selaku pimpinan Partai Aceh dan KPA di Aceh Selatan, tidak ingin melihat kader partai dan anggota KPA kembali terpuruk seperti yang terjadi pada Pilkada tahun 2012 lalu.

“Intinya bahwa, saya tidak ingin melihat teman-teman saya kembali terpuruk atau ibaratnya jatuh ke lobang yang sama. Kita semua harus belajar dari pengalaman Pilkada tahun 2012 lalu, yakni akibat masing-masing pihak mempertahankan ego sectoral, sehingga Partai Aceh menuai kekalahan. Sikap saya ini bukan dalam artian telah resmi mengusung HT Sama Indra SH, tapi membuka pintu selebar-lebarnya terhadap calon dari luar yang dinilai memiliki elektabilitas dan popularitas yang tinggi, mari kita buktikan nanti dilapangan,” tandasnya.[HM]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *