,

IPTL Diminta Produksi Pupuk Kompos Tinja Manusia

TAPAKTUAN – Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan Kebersihan dan Pertamanan (KPDL KP) Aceh Selatan, diharapkan mampu mengolah tinja manusia menjadi pupuk kompos untuk memenuhi kebutuhan petani.

Hal itu disampaikan Bupati Aceh Selatan, HT Sama Indra, Selsa, 24 Mei 2016 saat meresmikan IPTL di Pasie Raja. “IPTL harus mampu menciptakan program kerja yang baru secara lebih inovatif dan kreatif. Jika anggarannya tidak mampu tertampung dalam APBK, silahkan upayakan anggaran ke Pemerintah Pusat sumber APBN, kami siap mendukungnya,” tegasnya.

Kepala KPDL KP Aceh Selatan, Mirjas mengatakan, proyek IPLT yang berlokasi dalam kompleks Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Pasie Asahan, Kecamatan Pasie Raja tersebut, anggarannya bersumber dari Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Dirjen Cipta Karya Direktorat Penyehatan Lingkungan Pemukiman sebesar Rp 3,7 miliar tahun anggaran 2015 lalu.

Menurut Mirjas, meskipun pekerjaan proyek tersebut telah selesai dikerjakan awal tahun 2016 lalu tapi peresmiannya baru dilaksanakan akhir Mei 2016, sebab pihaknya membutuhkan waktu untuk proses uji coba. “Setelah melewati masa uji coba, alhamdulillah fasilitas IPLT tersebut telah mampu menghasilkan pupuk kompos meskipun masih dalam jumlah terbatas,” ucapnya.

Mirjas mengatakan, dalam mengoperasikan IPLT tersebut pihaknya mengalami kendala karena dilokasi kompleks TPA belum tersedia jaringan listrik PLN. Akibatnya, untuk menjalankan mesin mengolah tinja menjadi pupuk organik terpaksa menggunakan mesin genset.

“Karena penggunaan mesin genset membutuhkan anggaran yang tergolong besar, maka kami meminta kepada Bupati Aceh Selatan agar bersedia mengalokasikan anggaran melalui APBK-P 2016 untuk pemasangan jaringan listrik PLN ke kompleks TPA ini,” pinta Mirjas.

Mirjas juga meminta kepada Bupati Aceh Selatan agar segera membentuk Unit Pelaksana Unit Daerah (UPTD) di kompleks TPA, sehingga pengelolaan sampah dan limbah dapat lebih maksimal.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pekerjaan IPLT tahun 2015, Yusrizal mengatakan dari sebanyak 25 unit IPLT diseluruh Indonesia yang diprogramkan Kementerian PUPR pada tahun 2015 lalu, 5 unit diantaranya merupakan berada di Provinsi Aceh. Dari 5 unit tersebut, IPLT di Aceh Selatan merupakan IPLT yang ke dua telah diresmikan penggunaannya setelah IPLT di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

Selain IPLT, kata Yusrizal, Kementerian PUPR juga akan membangun tempat pengolahan sampah sementara (3R) pada tahun anggaran 2016 ini di Aceh Selatan. Untuk merealisasikan proyek tersebut, sambung Yusrizal, pihaknya sedang melakukan survey lokasi di tiga Kecamatan dalam Kabupaten Aceh Selatan masing-masing Kecamatan Tapaktuan, Pasie Raja dan Samadua.[HM]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *