,

IPDN Regional Aceh Lebih Strategis Dibangun di Bireuen

BIREUEN – Rencana pembangunan kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Aceh sampai kini masuh belum jelas. Sebelunya direncanakan di Jantho atau Sare Aceh Besar, kemudian diusulkan ke Sabang, kini diwacanakan kembali ke Bireuen.

Diharapkan, pembangunannya harus terwujud di Bireuen, karena dikhawatirkan jika tidak ada kejelasan tempat, maka tidak mustahil jika kemudian pembanguan IPDN akan digeser oleh Pemererintah Pusat ke Medan, Sumatera Utara, karena Sumatera Utara juga punya keinginan untuk memiliki IPDN.

Hal itu disampaikan Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh di DPR RI, H Firmandez, Rabu, 20 Desember 2017. Ia berharap pembangunan kampus IPDN di Bireuen harud jadi. Apalagi tim survey juga sudah turun ke daerah Kota Juang tersebut.

Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Aceh 2 ini menilai Bireuen lebih strategis jika dibandingkan di tempat lain. Pasalnya, Bireuen berada di bagian tengah pesisir utara Aceh, selin itu Bireuen juga mudah diakses dari bagian tengah Aceh.

“Dari letak geografisnya Bireuen lebih cocok. Mudah dijangkau oleh mahasiswa dari berbagai daerah di Aceh. Apa lagi Kabupaten Bireuen punya sejarah sebagai daerah pertama perintis perguruan tinggi di Aceh, yaitu universitas Almuslim,” ungkap H Firmandez.

Selain itu kata H Firmandez, lambatnya realisasi pemangunan IPDN di Aceh menjadi tanda tanya besar. Jika dirunut ke belakang, pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pernah diusulkan dibangun di Jantho atau Saree, Aceh Besar.

Kemudian dalam masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) diusulkan untuk dibangun di Sabang, waktu itu Jokowi sudah setuju dan mengeluarkan surat ihwal rencana pembangunan kampus itu di Sabang. Malah, pada November 2014 lalu, Tim IPDN yang dipimpin langsung oleh rektor, bersama guru besar IPDN dan rombongan sudah melakukan peninjauan ke Kota Sabang, dan Pemko Sabang juga sudah menyediakan lahan seluas 100 hektar.

“Itu pun kemudian tidak jadi, dan sekarang ke Bireuen, ini menurut saya sudah cocok, Bireuen sangat strategis. Apa lagi di sana ada diklat milik Pemerintah Aceh yang sudah lama dibangun di Cot Batee Geuleungku, Pandrah. Ini bisa dimanfaatkan untuk kepentingan IPDN sementara, sebelum kampus selesai dibangun, karena di sana ada
400 tempat tidur yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang, air bersih, listrik, AC, jaringan internet, serta sanitasi yang baik. Jadi ini menurut saya sudah sangat cocok,” nilai H Firmandez.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *