,

INL Amerika Bahas Pengentasan Narkoba di Banda Aceh

BANDA ACEH – Direktur Penegakan Hukum dan Anti Narkotika Internasional (INL) Kedutaan Besar Amerika Serikat, Greg Wiegand, Rabu, 11 Juli 2018 membicara program pengentasan penyalahgunaan narkoba di Banda Aceh.

Wiegand mengunjungi Balai Kota Banda Aceh bersama sejumlah stafnya dan diterima di Balai Kota Banda Aceh oleh Wakil Wali Kota, Drs Zainal Arifin bersama Asisten Administrasi Pembangunan, Islandar S Sos MSi, Kepala BNNK Banda Aceh, Hasnanda Putra ST MM, Kepala Kesbangpolinmas Kota, Faisal SSTP, Kabag Humas Setdakota Banda Aceh, T Taufik Mauliansyah dan Kabag Administrasi Pembangunan, Muhammad Ridha SSTP.

Greg Wiegand menjelaskan, pemerintah Amerika Serikat melihat persoalan narkoba sangat serius karena Indonesia hari ini telah menjadi pasar narkoba dunia. Dan ini menjadi bahaya besar bagi generasi muda dan masa depan Indonesia.

“Amerika ingin berperan membantu Indonesia dalam memerangi narkotika, di beberapa negara lain kami telah menjalankan berbagai program, seperti lokakarya memberikan sosialisasi agar masyarakat memahami dan ikut tergerak berpartisipasi sama-sama memerangi narkoba,” jelasnya.

Greg Wiegand melanjutkan, Kedubes Amerika Serikat sebelumnya juga telah menjalankan program ini di Surabaya. Pihaknya memberi perhatian di eks lokalisasi, kawasan Putat Jaya, Surabaya yang ternyata juga rawan menjadi tempat peredaran narkoba. Daerah bekas lokalisasi ini masih menjadi zona merah peredaran narkoba dan melibatkan anak-anak menjadi kurir.

Wakil Wali Kota Banda Aceh, Zainal Arifin menyambut baik program yang diwacanakan Kedubes Amerika Serikat. Pemko Banda Aceh juga memiliki komitmen yang kuat dalam memerangi narkoba. “Kami punya misi besar dimana kami ingin menjadikan Banda Aceh sebagai kawasan zero narkoba,” ujarnya.

Meski kasus narkotika tidak sebanyak kota-kota besar lainnya di Indonesia, tapi pesan-pesan memerangi narkotika terus digaungkan oleh Pemko bersama BNNK Banda Aceh, BNNP Aceh dan komunitas-komunitas anti narkoba.

“Sedikitnya kasus narkotika di Banda Aceh tidak terlepas dari penerapan syariat Islam. Dalam Islam, mengkonsumsi narkoba haram hukumnya karena bertentangan dengan ajaran Al-Quran,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ridwan dari Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh menjelaskan, setiap Jumat pagi DSI Kota menurunkan 50 dai dan daiyah ke sekolah-sekolah dalam rangka mensosialisasikan bahaya narkoba. Sosialisai ini disampaikan melalui media dakwah oleh para dai dan daiyah.

Sementara itu Kepala BNNK Banda Aceh, Hasnanda Putra yang ikut mendampingi Wakil Wali Kota Banda Aceh mengatakan, upaya yang dilakukan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh mewujudkan Banda Aceh Zero Narkoba harus didukung semua kalangan, karena Banda Aceh adalah icon Aceh yang akan menentukan baik buruknya citra sebuah provinsi.

“Untuk itu BNNK telah memprogramkan Giat Gemilang Tanpa Narkoba dengan melahirkan Gampong Zero Narkoba sebagai role model dalam melawan narkoba,” kata Hasnanda.[rls]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *