,

Indonesia Ajukan Resolusi Baru Terkait Krisis Rohingya

MANILA – Delegasi Indonesia di sidang umum parlemen se-Asia Tenggara, mengajukan resolusi baru terkait penyelesaian kasus krisis kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya di Myanmar.

Anggota delegasi Indonesia dalam pertemuan ASEAN Inter-Parliamantary Assembly (AIPA) yang berlangsung di Manila, Filipina, H Firmandez menjelaska, usulan resolusi baru diajukan, karena resolusi yang diajukan sebelumya ditolak Myanmar karena dianggap terlalu keras, malah Myanmar yang didukung Laos dan Singapura sempat menolak dimasukkannya resolusi Rohingya dalam pertemuan tersebut.

Tapi delegasi Indonesia yang didukung Malaysia dan Thailand tetap memperjuangkan agar krisis kemanusiaan di Rohingya menjadi agenda pembahasan dalam sidang AIPA ke-38 tersebut.

“Dalam draf baru ada sejumlah perubahan, kita bersama Malaysia perbaikan agar diterima. Bila sebelumnya resolusi yang kita ajukan berjudul Resolusi Serangan Kekerasan Terhadap Rohingya dan Krisis Kemanusian di Myanmar, kita agak perlunak menjadi Resolusi Memperkuat Upaya Parlemen Pada Isu Kemanusiaan di Asia Tenggara. Kemasannya memang kita ubah, tapi tujuan kita memasukkan isu krisis kemanusiaan di Rohingga dalam sidang harus tetap gol,” jelas H Firmandez.

Anggota DPR RI asal daerah pemilihan (Dapil) Aceh 2 ini melanjutkan, hal-hal yang diubah dalam resolusi baru itu terkait masalah kemanusiaan dan pengungsi, tidak masuk pada masalah politik.

“Namun kita bersama Malaysia tetap mendesak komisi investigasi yang dibentuk Presiden Myanmar untuk menyelesaikan kasus kekerasan terhadap etnis Rohingya. Kita juga meminta semua negara untuk memberikan bantuan kemanusiaan, terutama terkait kebutuhan dasar bagi korban,” ungkap H Firmandez.

Masih menurut H Firmandez, delegasi Indonesia dan Malaysia juga meminta AIPA agar memastikan pemenuhan hak-hak perempuan dan anak-anak, serta melindungi mereka dari kekerasan selama konflik.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Myanmar menolak resolusi Rohingya yang ditawarkan Indonesia masuk dalam agenda sidang AIPA, sikap Myanmar didukung oleh Laos dan Singapura. Namun Indonesia bersama Malaysia tetap bersikukuh agar hal itu menjadi pembicaraan sidang. Malah Indonesia dan Malaysia akan walk out dari sidang AIPA bisa persoalan Rohingya ditolak.

Delegasi Indonesia dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, dengan anggota delegasi lainnya adalah Hj. Nurhayati Ali Assegaf (Demokrat), Juliari P. Batubara (PDIP), S.B. Wiryanti Sukamdani (PDIP), H. Firmandez (Golkar), Andi Achmad Dara (Golkar), Sartono Hutomo (Partai Demokrat), Lucky Hakim (PAN), Abdul Kadir Karding (PKB), Mahfudz Abdurrahman (PKS), dan Achmad Farial (PPP).[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *