,

Hutan Manggrove Langsa Harus Dikembangkan Jadi Taman Edukasi

LANGSA – Pengembangan hutan mangrove Kota Langsa harus terus dilakukan dari hutan wisata menjadi taman edukasi. Keberhasilan Wali Kota Usman Abdullah dalam merehabilitasi hutan bakau tersebut harus terus dilanjutkan.

Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh di DPR RI, H Firmandez malah memberi apresasi khusus kepada Wali Kota Usman Abdullah. Pria yang sering disapa sebagai Toko Seuem ini dinilai telah berhasil melakukan penanaman kembali bakau, setelah sebelumnya hutan bakau banyak yang rusak akibat penebangan liar oleh masyarakat untuk kebutuhan produksi arang.

“Saya berharap pengembangan hutan mangrove di Langsa ini harus terus diperluas, jangan hanya sebatas hutan wisata, tapi menjadi taman pendidikan, tempat dilakukannya penelitian dan pengembangan berbagai jenis ilmu pengetahuan tentang kelautan dan perikanan, khususnya tentang ekositem bakau itu sendiri,” harap Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Golkar Bidang Maritim tersebut.

H Firmandez

Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Aceh 2 ini melanjutkan, keberhasilan Usman Abdullah dalam merehabilitasi hutan bakau telah menjadi contoh bagi daerah-daerah lain di nusantara. Di saat hutan bakau di berbagai daerah rusak akibat peralihan lahan dan penabangan, Kota Langsa justru berhasil melakukan rehabilitasi menjadi tempat wisata favorit.

“Kalau ini terus dikembangkan, bukan hanya peneliti dari dalam negeri yang akan datang tapi juga akan menarik bagi peneliti asing akan tertarik untuk melakukan penelitian di huta mangrove Langsa. Ini tentu akan menjadi salah satu sumber tabahan bagi pendapatan daerah,” lanjut H Firmandez.

Selain itu lanjut H Firmandez, pelajar dan masyarakat dapat mengetahui lebih jauh manfaat dari keberadaan hutan mangrove dan hutan kota. Jalur yang sudah dibangun oleh Pemko Langsa di hutan tersebut dapat dijadikan sebagai jalur interpretasi dan nantinya jenis-jenis mangrove yang ada di sani dapat diberi keterangan singkat, seperti nama latin, nama daerah dan kegunaannya, sehingga akan memberi pemahaman kepada masyarakat banyak.

“Potensi ini sangat besar, karena hutan mangrove Kota Langsa merupakan salah satu kawasan bakau terlengkap di dunia, puluhan spesies mangrove yang tumbuh di kawasan Kuala langsa. Kita ingin ini dikembangkan menjadi pusat penelitian di samping sebagai hutan wisata,” tegas H Firmandez.

Secara geografis wilayah Kota Langsa mempunyai luas wilayah 262,41 km persegi. Hutan mangrove ini memiliki luas sekitar kurang lebih 8000 hektar. Hutan Mangrove ini terletak di Desa Kuala Langsa, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa. Dari Kota Langsa, hanya berjarak sekitar lima kilometer dan dapat ditempuh dengan roda empat maupun roda dua, lokasinya di lintasan jalan akses masuk menuju pelabuhan Kuala Langsa.

Sepanjang perjalanan dari Kota Langsa menuju wisata alam ini, kita akan disunguhkan dengan pemandangan alam desa nelayan, begitu sampai di kawasan hutan mangrove sajian pemandangan khas pepohonan mangrove membuat siapapun pasti terpukau. Kawasan hutan bakau menjadi sebuah pemandangan yang sangat indah dan eksotis

Di Tawan wisata Mangrove initerdapat 22 spesies bakau tumbuh subur di kawasan itu. Bahkan ada 2 kelas bakauyaitu Magnoliopsida dan Liliopsida. Selain menjadi tempat wisata, HutanMangrove ini juga berperan sebagai tempat berlindung dan berkembang biaknya berbagai jenis burung, monyet, mamalia, ikan, kepiting, moluska, reptil, danserangga. Sudah sepatutnya Hutan Mangrove ini sama-sama dijaga baik oleh pengunjung maupun oleh masyarakat setempat.

Selain itu hasil analisis vegetasi yang pernah dilakukan di sana menunjukkan indek keananekaragaman vegetasi berada padatingkat sedang (H’=3,024). Jenis nipah (nipa fructicans thunb.) memiliki nilai kepentingan paling besar yaitu 97,42, diikuti oleh jenis bakau minyak (rhizophora conjugata L.) sebesar 65,17, dan Lenggadai (Bruguiera parviflora RaxG.) sebesar 29,125.

“Potensi ini harus terus dijaga dan dikembangka, tentunya dengan melibatkan partisipasi masyarakat sekitar agar tidak ada lagi penebangan. Apa yang sudah sukses dilakukan oleh Wali Kota Usman Abdullah ini harus diteruskan, bukan tidak mungkin, nantinya beliau akan mendapat piala kalpataru atas kepeduliannya dalam menjaga lingkungan khususnya hutan bakau ini,” pungkas H Firmandez.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *