,

HT Sama Indra Copot Keuchik Krueng Batu

TAPAKTUAN – Bupati Aceh Selatan, HT Sama Indra SH mencopot HT Albert Banta dari jabatan Keuchik Krueng Batu, Kecamatan Kluet Utara. Sebagai penggantinya ditunjuk Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Kluet Utara, Darman SE sebagai pejabat sementara.

Keputusan pencopotan Keuchik Krueng Batu tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Aceh Selatan Nomor : 695 Tahun 2017 tertanggal 27 September 2017. Kepala Bagian Pemerintahan Setdakab Aceh Selatan, Zulkarnaini di Tapaktuan, Kamis, 5 Oktober 2017 membenarkan hal tersebut.

Menurutnya, keputusan itu dikeluarkan bupati menindaklanjuti surat Camat Kluet Utara Nomor : 141/405/2017 tertanggal 22 September 2017. Zulkarnaini menjelaskan bahwa, dasar Bupati Aceh Selatan mencopot HT Albert Banta disebabkan karena desakan mayoritas masyarakat setempat.

Mayoritas warga yang tidak senang atas kepemimpinan HT Albert Banta telah beberapa kali menggelar aksi demonstrasi baik ke kantor keuchik maupun ke kantor Camat. Warga juga telah menggelar audiensi ke kantor DPRK dan kantor bupati.

Bahkan, massa sempat menyegel kantor keuchik dan menduduki kantor camat. Hal itu ditambah lagi dengan perangkat gampong setempat sepakat mengundurkan diri secara masal sehingga melumpuhkan roda pemerintahan desa.

Hal yang sama juga disampakan Camat Kluet Utara, H Zainal SE. Menurutnya, pemberhentian HT Arbet Banta murni permintaan dari masyarakat dan perangkat gampong setempat.

Sementara itu, HT Albert Banta mengaku surat keputusan yang dikeluarkan pemerintah daerah setempat terkesan menzalami dirinya. Ia menilai, pemberhentian dirinya dari keuchik tanpa alasan mendasar.

“Ini jelas telah menzalimi saya, masak pemberhentian saya tidak ada alasan yang tepat. Saya sudah hubungi kabag Hukum Setdakab, malah mereka berkilah dan saling lempar tanggungjawab,” ungkap Arbert.

Dia menambahkan, pemberhentian dirinya dari keuchik jelas-jelas terkesan aneh, sebab setahu dia pemberhentian seorang keuchik ada aturan dan mekanismenya, bukan seenak hati pihak tertentu.

“Kecuali saya ada korupsi, gangguin wanita, disaat saya tanya kepada kabag hukum setdakab yang bersangkutan tidak berani memberikan alasan yang pasti kepada saya. Jadi atas dasar apa saya diberhentikan,” ujarnya.

HT Alber Banta menegaskan dirinya akan menggugat Pemkab Aceh Selatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) atas pencopotan dirinya dari jabatan keuchik.[HM]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *